Ini 5 Film Indonesia yang Bisa Ditonton untuk Peringati Hari Ayah

Bisnis.com, JAKARTA Pada Hari Ayah Nasional, pada Senin (12/11/2018) ada 5 film Indonesia yang cocok untuk menjadi bahan menonton.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 12 November 2018 16:27 WIB
Film Sabtu Bersama Bapak -

Bisnis.com, JAKARTA – Pada Hari Ayah Nasional, pada Senin (12/11/2018) ada 5 film Indonesia yang cocok untuk menjadi bahan menonton.

  1. Meet Me After Sunset

Film ini dirilis pada 2018, berkisah tentang sosok Gadis yang diperankan oleh Agatha Chelsea adalah seorang remaja perempuan yang berbeda dari kebanyakan yang duduk di bangku SMA. Gadis seringkali beraktivitas pada malam hari, dan mengurung diri selama siang di rumah. dia memiliki seorang sahabat bernama Bagas yang diperankan oleh Billy Davidson. Gadis pun akhirnya mengikuti home schooling di rumah dan diajar langsung oleh ayahnya, diperankan oleh Iszur Muchtar. Kebetulan, ayah Gadis adalah seorang guru.

Hadirlah sosok Vino yang diperankan oleh Maxime Bouttier, anak laki-laki yang baru saja pindah dari Jakarta dan menjadi tetangga Gadis di Ciwidey, Jawa Barat. Vino tak sengaja bertemu Gadis malam hari, dan terpesona dengan kecantikan Gadis, namun Gadis enggan berteman dengan Vino. Akhirnya, dengan kegigihan Vino, Gadis mau berkawan dengannya. Sayangnya, kehadiran Vino membuat Bagas, sahabat Gadis sekaligus penjaga hutan merasa terusik. Vino dan Bagas pun berusaha merebut cinta Gadis.

Ayah Gadis sangat posesif, karena Gadis menderita penyakit xeroderma pigmentosum (XP) yang membuat dia tidak bisa terkena sinar ultraviolet dari matahari.

  1. Sabtu Bersama Bapak

Film ini rilis pada 2016, berkisah tentang seorang lelaki Gunawan Garnida, yang diperankan oleh Abimana Aryasatya. Gunawan menderita kanker, dan istrinya, Itje, yang diperankan oleh Ira Wibowo merahasiakan hal itu dari kedua anaknya.

Film yang berangkat dari novel karya Adhitya Mulya ini akhirnya bercerita tentang kesedihan Gunawan yang tidak bisa mengantar dua putranya menjadi dewasa. Gunawan pun membuat sejumlah video yang berisi pesan untuk dua putranya, Satya yang diperankan oleh Arifin Putra, dan Cakra yang diperankan oleh Deva Mahenara. Semua pesan dari Gunawan mereka tonton setiap selesai sekolah, pada Hari Sabtu.

Kisah ini semakin mengharukan dengan dilema Satya yang telah lulus dari ITB dan menikah dengan Rissa (Acha Septriasa) harus belajar membina rumah tangga. sementara Cakra yang masih melajang harus mencari pendampingnya.

  1. Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Film inin dirilis pada 2015. Berkisah tentang Juna, yang diperankan oleh Fedi Nuril, pria keturunan Jawa ningrat yang harus berjuang untuk cintanya kepada gadis Jepang, Keisha, diperankan oleh Kelly Tandiono. Juna berjuang agar bisa menerobos benteng perbedaan keduanya hingga akhirnya berhasil menikah dan dikaruniai anak bernama Mada, diperankan oleh Naufal.

Ketika Mada lahir, Juna harus menerima kematian istrinya, Keisha. Selama hidupnya, Juna pun merawat putranya Mada, dan tidak mencari pengganti sosok istrinya. Suatu saat Juna menerima kenyataan pahit karena anaknya menderita penyakit mematikan. Kisah ini berakhir dengan kematian Mada, yang membuat Juna harus kembali kehilangan orang yang dicintai. Film ini adalah adaptasi dari novel karya Kirana Kejora.

  1. Tampan Tailor

Film yang rilis pada 2013 ini bercerita tentang Topan, diperankan oleh Vino G. Bastian, dan anaknya Bintang, diperankan oleh Jefan Nathanio. Kisah ini bercerita tentang Topan yang menduda dan bekerja sebagai seorang penjahit.

Penderitaan Topan masih berlanjut ketika dia harus kehilangan kios tempat dia menjahit. Kesulitan ekonomi membuat Topan kesulitan membiayai sekolah Bintang, dan membuat Bintang nyaris dikeluarkan dari sekolah.

Topan dibantu oleh sepupunya, Darman, untuk terus mencari pekerjaan demi menyambung hidup. Akhirnya, Topan malah jatuh cinta dengan Prita, gadis penjaga kios samping stasiun kereta. Keduanya pun mulai berpacaran, dan dengan bantuan dan dukungan Prita, Topan bisa bangkit dan mengembalikan semua mimpinya.

  1. Ayah, Mengapa Aku Berbeda?

Film yang dirilis pada 2011 ini diperankan oleh Dinda Hauw, sebagai Angel, seorang tunarungu yang berjuang untuk meraih impian selepas kepergian ibinya. Angel juga berjuang untuk bisa memabahagiakan ayahnya, diperankan oleh Surya Saputra. Hanya ayahnyalah yang menjadi teman bicara Angel, terutama setelah neneknya meninggal dunia.

Tak disangka, kecerdasan Angel juga mendorong dia boleh bersekolah di sekolah umum. Maka, Angel pun harus belajar bergaul dengan orang-orang normal di sekolahnya. Akhirnya Angel punya seorang sahabat bernama Hendra.

Melalui film ini penonton diajak untuk belajar bahwa kasih sayang seorang ayah sangat besar, meskipun anak terlahir berbeda dari anak normal lainnya.

Tag : film, psikologi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top