Efek Minum Rebusan Pembalut: Kanker, Ginjal & Hati Rusak

Masyarakat dikagetkan oleh kabar adanya sejumlah remaja yang meminum air rebusan pembalut.
JIBI | 20 November 2018 10:15 WIB
Ginjal - medicinet.com

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat dikagetkan oleh kabar adanya sejumlah remaja yang meminum air rebusan pembalut.

Menurut polisi, para pemuda itu mengaku meminum air tersebut agar bisa mabuk. Kasus itu ditemukan pertama kali oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah sekitar tiga bulan lalu.

Belakangan, kasus itu juga ditemukan di wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Kendati BNN menyebutkan tidak ditemukan efek narkotik di dalamnya, bukan berarti air rebusan pembalut aman bagi tubuh.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, mengatakan ada berbagai zat kimia yang terkandung di dalam pembalut yang berbahaya bagi tubuh.

"Prinsipnya, itu bukan sesuatu yang patut dikonsumsi tubuh," katanya, Rabu (14/11/2018).

Ari menuturkan zat seperti klorin dalam pembalut bisa mengganggu pencernaan jika masuk ke tubuh. Klorin merupakan senyawa kimia bersifat korosif yang dapat menyebabkan iritasi jika bersentuhan langsung dengan kulit. Selain mengandung klorin, pembalut diketahui mengandung pulp kertas, polimer, dan zat perekat.

Menurut Ari, zat kimia lain juga bisa menimbulkan kerusakan pada hati dan ginjal. Terlebih anak-anak itu menggunakan pembalut bekas pakai yang masih tersisa bekas darah penggunanya. Itu merupakan sumber bakteri yang bisa merusak kesehatan.

"Kalau kronis, orang itu bisa muntah-muntah serta diare."

Ari mengimbau para orangtua untuk mendampingi anak-anaknya, terutama yang sedang beranjak remaja. Sebab, anak-anak pada fase itu sedang membutuhkan perhatian. Ketika terjadi sesuatu, mereka bisa mencari pelarian di luar rumah. Terkadang, pelariannya itu tidak dalam bentuk hal positif.

 "Komunikasi dengan anak mesti dibuka, harus perhatian," ujarnya.

Tantangan Baru

Sementara, Adhi Wibowo Nurhidayat, spesialis kedokteran jiwa, mengatakan ada fenomena orang mencari tantangan baru untuk membuat dirinya teler.

Misalnya dengan mencampur alkohol dengan losion anti-nyamuk atau bensin.

"Di kalangan pencandu atau pengguna, ada kebiasaan untuk mencoba-coba," ucapnya.

Namun, pembalut tidak bisa bikin mabuk. Sebab, menurut Adhi, yang terkandung dalam pembalut bukanlah zat adiktif. Air rebusan itu ditengarai bisa menyebabkan kanker jika dikonsumsi. Ia menduga air rebusan pembalut itu dicampurkan ke bahan lain, seperti alkohol atau obat-obat terlarang, yang menyebabkan teler.

Arman mengatakan kelompok usia itu sangat mudah mempengaruhi satu sama lain. Ketika ada seseorang mengatakan air rebusan pembalut memiliki efek teler, maka anggota kelompoknya akan merasa setuju dengan hal tersebut meski belum tentu benar. 

Sumber : Tempo

Tag : kanker, ginjal
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top