Meditasi Bantu Tingkatkan Karir, Bagaimana Bisa?

Level stres di kehidupan modern saat ini boleh dikatakan lebih tinggi. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi produktivitas, naiknya angka kekerasan, masalah kesehatan, bahkan lebih parah hingga bunuh diri karena depresi.
Asteria Desi Kartika Sari | 03 Desember 2018 20:52 WIB
Ilustrasi - soultrainingacademy.com

Bisnis.com, JAKARTA - Level stres di kehidupan modern saat ini boleh dikatakan lebih tinggi. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi produktivitas, naiknya angka kekerasan, masalah kesehatan, bahkan lebih parah hingga bunuh diri karena depresi.

World Health Organization mencatatkan gangguan kesehatan mental dapat membebani ekonomi kelas global sebesar US$ 1 triliun karena produktivitas yang hilang dalam setahun. Tercatat lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia menderita depresi, terjadi peningkatan lebih dari 18% antara tahun 2005 dan 2015. Sementara itu, 260 juta orang menderita gangguan kecemasan.

Selain itu data perusahaan asuransi AS Blue Cross Blue Shield (BCBS) di Amerika Serikat mencatatkan peningkatan depresi yang signifikan sebesar 33%. Kondisi tersebut meningkat lebih cepat di antara generasi milenial meningkat 47%.

Selain itu, wanita memiliki risiko dua kali lebih besar, jika dibandingkan dengan pria menderita penyakit mental. Tak heran jika biaya yang dikeluarkan untuk perawatan kesehatan juga lebih besar, yakni sekitar US$ 10, 67.

Sebagian besar faktor utama mengalami depresi dan kesehatan mental karena pengalaman yang dimiliki karyawan di tempat kerja. Berdasarkan studi 2017 Mental Health America (MHA) terhadap 17.000 karyawan di 19 industri mencatat kurangnya dukungan atasan berkontribusi terhadap tingkat stres. Faktor tersebut berkorelasi dengan ketidakpuasan kerja sebanyak 33%. Kemudian sebanyak 81% responden stres karena konflik di tempat kerja ataupun keluarga.

Rutinitas dan kesibukan bisa menjadi fakyor penyebab depresi, sehingga dikatakan menjadi tantangan terbesar untuk menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Melihat kondisi tersebut, sering kali terlintas ingin memiliki GPS yang menuntun untuk hidup yang lebih bahagia.

Meditasi dan yoga bisa menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk menurunkan kadar stres pada seseorang. Direktur The Golden Space Indonesia Helena Abidin mengatakan kegiatan meditasi bertujuan untuk menginspirasi dan mengasah intuisi, mendengarkan kata hati.

"Ini bisa menjadi navigator untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, menemukan makna dan tujuan hidup sehingga akhirnya menjalani hidup bahagia," kata Helena dikutip Senin (3/12/2018).

Dia mengatakan melalui program meditasi , diharapkan dapat membantu untuk mengubah hidup secara autentik dengan peningkatan kualitas wealth,kesehatan, kerja, hubungan atau komunikasi, dan juga lingkungan.

"Di dunia yang sibuk ini, tentu orang-orang ingin menjalani hidup yang lebih bermakna. Meditasi adalah keterampilan praktis untuk menyelesaikan masalah, sehingga bisa menjalani hidup yang mereka inginkan," tambahnya.

Selain itu, meditasi juga akan membantu mengetahui emosi dan innerchild mana yang menjadi akar masalah dan memberikan efek domino negatif dalam keseharian hidup.

Dia mengatakan memaafkan dan mencintai diri sendiri bisa menjadi obat pertama dan utama agar sanggup memaafkan orang lain ataupun peristiwa-peristiwa di luar kontrol baik yang disadari atau tidak di sadari.

Tag : stres, YOGA
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top