Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Kebiasaan Orang Bodoh yang Tak Dilakukan Orang Cerdas

Dunia ini dipenuhi oleh beragam jenis manusia dengan tingkat intelegensinya masing-masing. Hampir semua orang merasa bahwa dirinya pintar dan cerdas. Ya walaupun memang sulit rasanya mengukur kecerdasan diri sendiri. Namun, di dalam hati kita selalu merasa pintar, bukan?
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 14 Desember 2018  |  11:00 WIB
Ilustrasi pekerja keras dan cerdas - Istimewa
Ilustrasi pekerja keras dan cerdas - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dunia ini dipenuhi  beragam jenis manusia dengan tingkat intelegensinya masing-masing. Hampir semua orang merasa bahwa dirinya pintar dan cerdas. Ya, walaupun memang sulit rasanya mengukur kecerdasan diri sendiri. Namun, di dalam hati kita selalu merasa pintar, bukan?

Intelegensi sangat penting dalam kehidupan, khususnya dalam karier profesional. Kecerdasan bisa menjadi aset terbaik demi karier. 

Persoalannya adalah banyak orang yang merasa pintar, tetapi sebenarnya tidak begitu. Menurut Independent.co.uk, berikut ini lima perbedaaan fundamental antara orang cerdas dan orang bodoh: 

1. Orang bodoh menyalahkan orang lain akan kesalahannya sendiri

Kebiasaan menyalahkan orang lain adalah perilaku tidak profesional yang tidak akan pernah dilakukan orang cerdas. Orang yang secara konsisten menutupi kesalahannya dengan menyalahkan orang lain menunjukkan betapa tidak bertanggung jawabnya dia.

2. Orang bodoh merasa paling benar sepanjang waktu

Dalam sebuah konflik, orang yang cerdas lebih mampu berempati pada orang  lain dan mengerti argumentasi mereka. Orang cerdas mampu mengintegrasikan pendapat orang lain dengan pikirannya tanpa meremehkan pandangan orang lain.

Sebaliknya orang bodoh selalu merasa perlu untuk berargumentasi dengan orang lain untuk memastikan bahwa dirinya yang paling benar. Bias kognitif yang dialami orang bodoh membuatnya tidak mampu untuk melihat kemampuannya sendiri sehingga selalu merasa dirinya superior.

3. Orang bodoh bereaksi terhadap konflik dengan kemarahan 

Si cerdas juga bisa marah, tetapi marah yang bijaksana. Berbeda dengan orang bodoh yang bereaksi berlebihan dalam segala hal yang tidak menyenangkan hatinya. 

4. Orang bodoh mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain

Orang cerdas cenderung mampu berempati dengan keadaan orang lain. Tetapi, orang bodoh selalu mementingkan dirinya sendiri. Dia cenderung tidak mampu untuk melihat kebutuhan dan perasaan orang lain dengan karena egonya.

5. Orang bodoh merasa lebih baik dari siapapun

Orang cerdas cenderung mampu memotivasi atau menolong orang lain. Hal ini dilakukannya karena mereka  percaya diri akan kemampuannya sendiri tanpa takut dikalahkan orang lain. Sedangkan, orang bodoh akan melakukan segala cara agar dirinya terlihat lebih baik dari orang lain. Mereka percaya bahwa dirinya jauh lebih baik dari semua orang. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karyawan kecerdasan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top