Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penggunaan Rokok Elektrik Melonjak di Kalangan Siswa SMA AS

Persentase pengguna rokok elektrik di oleh siswa senior sekolah menengah atas dalam 30 hari terakhir hampir dua kali lipat menjadi 20,9% dari tahun lalu, menurut hasil survei yang dirilis oleh National Institute on Drug Abuse.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Desember 2018  |  12:33 WIB
Pedagang memperlihatkan rokok elektronik (e-cigarette), di Palembang, Kamis (21/5/2015). - Antara/Nova Wahyudi
Pedagang memperlihatkan rokok elektronik (e-cigarette), di Palembang, Kamis (21/5/2015). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Persentase pengguna rokok elektrik di oleh siswa senior sekolah menengah atas (SMA) dalam 30 hari terakhir hampir dua kali lipat menjadi 20,9% dari tahun lalu, menurut hasil survei yang dirilis oleh National Institute on Drug Abuse.

Dilansir Reuters, survei yang dirilis pada Senin (17/12/2018) tersebut menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik oleh siswa kelas 10 dan 12 merupakan lonjakan terbesar dibandingkan tahun sebelumnya untuk setiap substansi yang pernah diukur oleh survei.

Dalam survei tahunan yang juga mengukur penggunaan zat lain termasuk marijuana, alkohol, dan opioid ini, memiliki sampel lebih dari 44.000 siswa dari kelas 8, 10, dan 12 di sekolah pemerintah dan swasta AS.

Survei juga menunjukkan, presentase siswa SMA yang menggunakan perangkat rokok elektrik yang mengandung nikotin, yang dikenal sebagai e-cigarette, telah meningkat hingga 30% selama tahun lalu.

E-cigarette telah menjadi topik yang memecah belah di komunitas kesehatan masyarakat. Beberapa pihak fokus pada manfaat potensial dari pergeseran perokok seumur hidup ke produk nikotin yang kurang berbahaya, sementara yang lain khawatir produk tersebut akan menciptakan generasi baru yang kecanduan nikotin.

Bulan lalu, Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) yang menghadapi tekanan untuk bertindak terhadap meningkatnya popularitas perangkat rokok elektrik mengumumkan pembatasan baru pada produk tembakau beraroma, termasuk e-cigarette.

Peningkatan penggunaan rokok elektrik dicerminkan oleh perubahan dalam persepsi ketersediaan rokok elektrik, dengan lebih banyak siswa kelas 8 dan 10 SMA yang melaporkan bahwa perangkat rokok elektrik dan liquid (cairan rokok elektrik) yang mengandung nikotin lebih mudah diperoleh pada tahun 2018. dibandingkan tahun 2017.

Produsen rokok elektrik, termasuk Juul Labs Inc yang berbasis di San Francisco, juga menghadapi pengawasan dari FDA di tengah meningkatnya penggunaan perangkat oleh remaja.

Juul menyatakan pada bulan November perusahaannya akan menarik rasa yang populer seperti mangga, mentimun dan buah dari banyak toko ritel untuk mengurangi penggunaan produknya oleh remaja.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Rokok rokok elektrik
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top