Ada 3 Alasan Mengapa Anak Suka Berbohong

Terkadang anak-anak belum bisa mengatakan segala sesuatunya dengan jelas berdasarkan fakta dan kebenaran. Akhirnya dia cenderung menceritakan kebohongan.
Tika Anggreni Purba | 19 Desember 2018 06:47 WIB
Ilustrasi berbohong - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Terkadang anak-anak belum bisa mengatakan segala sesuatunya dengan jelas berdasarkan fakta dan kebenaran. Akhirnya dia cenderung menceritakan kebohongan. 

Orang tua pun merasa frustasi ketika mendapati anak-anaknya berbohong. Tetapi, ada baiknya untuk menelusuri apa sebab dari ketidakjujuran anak tersebut. Menurut verywell.com, ada tiga alasan mengapa anak cenderung mengatakan kebohongan: 

1 . Mereka menggunakan imajinasinya ketika menceritakan sesuatu

Jangan heran ketika anak bercerita pada Anda bahwa mereka pernah bertemu monster atau mengatakan bahwa yang memberantaki rumah adalah temannya dari negeri dongeng. Terkadang anak memiliki imajinasi yang sangat luar biasa. Nah, inilah yang membuat mereka menampilkan imajinasi itu sebagai kebenaran yang sesungguhnya.

Ketika anak Anda menceritakan cerita fantasi, cobalah bertanya pada mereka. Apakah ceritanya benar-benar terjadi atau cerita itu adalah sesuatu yang mereka harapkan terjadi. 

Pertanyaan tanpa menghakimi akan mendorong anak untuk menceritakan apa yang benar. Jangan hancurkan imajinasi anak-anak. Sebaliknya, bantu anak untuk belajar membedakan fantasi ddan kebenaran.    

2. Mereka ingin menghindari konsekuensi

Anak bisa saja berbohong, karena dia berusaha untuk menghindari konsekuensi dari perbuatannya.  Katakanlah anak yang mengaku tidak memakan kue, padahal masih ada sisa remah-remah kue di mulutnya. 

Sama seperti orang dewasa yang berbohong untuk mencari rasa aman, anak-anak juga begitu. Mereka tidak ingin menerima konsekuensi negatif.

Apabila anak Anda ketahuan berbohong, berikan satu lagi kesempatan untuk menceritakan kebenaran. Terkadang anak-anak langsung memutuskan untuk berbohong ketika dia takut. Karena itu izinkan dia berpikir selama beberapa menit, baru ajak dia berbicara. 

Kalau cara ini tidak manjur, cobalah selidiki kembali pola asuh Anda. Biasanya orang tua yang terlalu keras dan disiplin pada anak menghasilkan anak yang pembohong akibat ketakutan.

  3. Mereka ingin terlihat keren

Anak-anak juga berbohong karena ingin membuat orang lain terkesan.  Misalnya membanggakan diri sendiri dengan mengaku-ngaku padahal kebenarannya tidak begitu.  Anak cenderung membesar-besarkan cerita untuk menutupi rasa tidak aman yang dimilikinya. Apabila anak Anda berbohong untuk kelihatan lebih baik di depan orang lain, dia perlu dibantu untuk meningkatkan konsep diri atau harga dirinya.

Bicarakan pada mereka mengenai konsekuensi dari membual. Anda juga bisa menceritakan bahwa kehidupan sosial tidak selalu memuja yang hebat.                  

Seringlah memuji anak atas segala usaha dan upaya yang dilakukannya, bukan saat dia berhasil saja. Dengan begitu, Anda akan menunjukkan bahwa nilai dari usahanya lebih berharga dari pada hasil pencapaian. 

Tag : bohong, parenting
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top