Tips Mudah Hadapi "Teman makan Teman"

Pada segala usia, teman merupakan orang-orang yang penting dalam kehidupan. Hubungan pertemanan bisa terjalin karena kedua belah pihak dengan rela mengizinkan satu dengan lainnya masuk ke dalam kehidupan masing-masing.
Tika Anggreni Purba | 03 Januari 2019 19:13 WIB
Ilustrasi - Hercampus

Bisnis.com, JAKARTA—Pada segala usia, teman merupakan orang-orang yang penting dalam kehidupan. Hubungan pertemanan bisa terjalin karena kedua belah pihak dengan rela mengizinkan satu dengan lainnya masuk ke dalam kehidupan masing-masing.

Akan tetapi, tidak semua teman itu tulus. Ada kalanya kita salah menilai orang lain, dan ternyata dia adalah teman yang mengkhianati kita.

Pengkhianatan itu tidak selalu berupa ditinggalkan, ada teman yang menjerumuskan kita pada kegagalan, ada pula yang berselingkuh dengan pasangan kita, atau rekan bisnis menipu kita.

Apapun jenis pengkhianatan yang dilakukan, perbuatan itu pasti menyakitkan bagi kita. Lantas, bagaimana menghadapi situasi ini? Berikut langkah-langkahnya menurut Psychologytoday.com:

1. Klarifikasi situasinya

Bagaimana pengkhianatan tersebut mempengaruhi hidup Anda? Apakah perbuatan teman Anda tidak termaafkan? Apakah persoalan ini masih bisa diselesaikan?

Anda harus mengklarifikasi situasinya dengan jelas, sehingga emosi dan perasaan tidak akan menggiring Anda kepada kejatuhan dan kesedihan yang mendalam

2.  Menerima kenyataan

Setelah mengklarifikasi masalah,  Anda harus menghadapi kebenaran yang menyakitkan dari pengkhiatan orang yang dipercaya. Dalam hal ini, satu-satunya cara agar Anda tidak terpuruk adalah menerima kenyataan dan perasaan yang sedang dirasakan.

Saat Anda terluka, berbagai perasaan mungkin menghampiri seperti amarah, kesedihan, kekecewaan, dan sebagainya. Respons emosional yang jujur diperlukan dalam menghadapi fase ini.

3. Pertimbangkan untuk menyelesaikan masalah

Orang yang mengkhianati Anda mungkin tidak bisa hilang dalam kehidupan begitu saja. Untuk pemulihan diri Anda, adakalanya persoalan tersebut harus dibicarakan dan dituntaskan. Tentu hal ini tidak mudah, karena Anda adalah korban yang terluka.

Anda tidak harus segera memaafkan teman yang berkhianat. Ambil waktu sejenak untuk berpikir dengan jernih dan memulihkan diri dari sakit hati dan frustasi.

4. Putuskan apakah Anda bisa memaafkannya atau tidak

Setiap orang menghadapi pengkhiatan dengan cara yang berbeda. Ada yang benar-benar sulit untuk memaafkan, ada pula yang memilih untuk mengabaikannya. Pada posisi mana pun Anda berada, Anda harus mengambil keputusan.

Apabila teman Anda meminta maaf, apakah Anda bersedia untuk memaafkan? Semua pilihan ada di tangan Anda. Akan tetapi, memaafkan akan lebih menguntungkan Anda secara emosional dan mental.

5. Jangan berpura-pura

Anda perlu tahu bahwa tidak ada satu cara yang pasti untuk menghadapi pengkhianatan karena semua orang merespons dengan berbeda. Namun, yang terpenting adalah Anda tidak membohongi perasaan Anda ketika terluka akibat pengkhianatan.

6. Pengkhianatannya bukan kesalahan Anda

Hal ini sangat penting diingat, yaitu saat Anda dikhianati, itu bukanlah kesalahan Anda. Ketika orang lain mengkhianati Anda, itu bukan karena Anda terlalu naif atau mudah untuk dikhianati.

 

 

 

Tag : persahabatan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top