Ini Kisah Pekerja Asal Indonesia di Australia Utara

Ini pengalaman warga Indonesia yang bekerja di Alice Springs, kota kecil di Australia Utara
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  17:02 WIB
Ini Kisah Pekerja Asal Indonesia di Australia Utara
Mantan karyawan Holden duduk di belakang Holden Ute mereka di luar pabrik Holden di Elizabeth, Australia, Jumat (20/10/2017). - Mark Brake/AAP via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Australia Utara membuka peluang warga asing untuk bekerja di sana. Ada seorang warga Indonesia yang merasakan bekerja di kawasan Utara itu, ini kisahnya.

Dina Indrasafitri, warga Indonesia kelahiran Jakarta memutuskan pindah ke Alice Springs pada 2016.

Alice Springs adalah kawasan terpencil di negara bagian kawasan Australia Utara.

"Mencari pekerjaan di kawasan Utara Australia lebih mudah dibandingkan dengan negara lainnya," ujar Dina seperti dikutip dari ABC.net.au pada Selasa (8/1/2019).

Sebelumnya, Dina tinggal dan bekerja di Melbourne, Australia. Lalu, dia pindah ke Alice Springs dan bekerja sebagai staf admin pusat perawatan lansia.

Festival di Pasar Palmerston adalah salah satu acara yang banyak dikunjungi warga Kawasan Australia Utara (ABC News/ Kristy O'Brien)

Dina mengaku, tinggal di  kota kecil Australia seperti, Alice Springs tidak membosankan.

"Saya pribadi sih suka karena kota kecil ini multikultur. Banyak kegiatan seni dan budaya juga," ujarnya.

Penduduk Alice Springs yang sedikit membuat antar penduduk lebih akrab dan mengenal satu sama lain.

Belum lagi komunitas warga Indonesia di kawasan Austrlia Utara juga lebih aktif. Bahkan, makanan asia mudah dicari di sana.

Sayangnya, transportasi publik di Australia Utara masih kurang baik. Jadi, penduduk di sana harus memiliki mobil.

Selain itu, Dina mengingatkan jika ingin tinggal di Australia Utara agar tidak keluar malam sendirian.

Dina menceritakan, pemerintah kawasan Australia Utara bakal memberikan penghasilan di bidang prioritas mendapatkan penghasilan 3.000 dolar Australia atau sekitar Rp30 juta. Penghasilan itu akan diberikan pemerintah selama lima tahun ke depan.

Pemerintah Australia Utara juga memberikan bantuan uang hingga 1.250 dolar Australia atau sekitar Rp13 juta selama dua tahun pertama. Dana itu diberikan untuk membantu biaya pindah dari negara bagian lain atau membeli mobil.

Uluru adalah obyek wisata utama di Kawasan Australia Utara yang lokasinya sekitar 5 jam menyetir dari Alice Springs. (Foto: Parks Australia)

Sementara itu, pemerintah kawasan Australia Utara membuka peluang warga negara asing untuk bekerja di sana.

Program itu menjadi bagian dari perjanjian Designated Area Migration Agreement (DAMA) kedua antara pemerintah Australia bagian utara dengan Pemerintah Federal Australia.

Kepala Pemerintah Northern Territory Chief Minister Michael Gunner mengatakan, kawasan Australia Utara memiliki sejarah panjang bagi warga asing. Mereka menjadi kontributor utama kemajuan ekonomi, peningkatan penduduk, dan keragaman sosial.

"Perjanjian baru ini akan membantu migrasi warga asing terus berlanjut," ujarnya seperti dikutip dari ABC.net.au pada Selasa.

Perjanjian DAMA kedua itu berlaku sejak 1 Januari 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
australia, imigran, tenaga asing

Sumber : ABC.net.au

Editor : Surya Rianto
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top