Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sering Makan Mi Instan, Berat Badan Narti Sunarti 250 Kilogram

Narti Sunarti (37), warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami obesitas atau kelebihan berat badan hingga menjadi 250 kilogram, akibat sering mengonsumsi mi instan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  09:09 WIB
Ilustrasi -Titi Wati, perempuan berbobot 220 kilogram asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah. - Antara
Ilustrasi -Titi Wati, perempuan berbobot 220 kilogram asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Narti Sunarti (37), warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami obesitas atau kelebihan berat badan hingga menjadi 250 kilogram, akibat sering mengonsumsi mi instan.

"Berat badan saya semakin bertambah sejak setahun terakhir," demikian pengakuan Narti, di Karawang, Selasa (29/1/2019).

Akibat berat badannya yang berlebih, kini ia kesulitan untuk bangun. Untuk berdiri, perempuan berusia 37 tahun itu butuh bantuan empat sampai lima orang dewasa.

Narti Sunarti tidak bisa bangun dan hanya tertidur atau duduk di tempat tidur di dalam rumahnya, Perumahan Terangsari Blok E-9 No 25, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Karawang.

"Sekarang tidak bisa jalan, jadi cuma tidur-tiduran atau duduk saja di kamar," kata Narti Sunarti.

Narti Sunarti mengungkapkan, badannya semakin besar hingga mengalami kelebihan berat badan setelah sering mengonsumsi mi instan dan makan camilan. Suaminya yang bekerja serabutan di Bogor tidak pernah pulang memberikan nafkah. Jadi sehari-hari dirinya hanya mampu mengonsumsi mi instan.

Saat ini Narti yang berat badannya mencapai sekitar 250 kilogram belum mendapatkan perawatan medis, karena terkendala administrasi kependudukan yang masih ber-KTP Jakarta.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obesitas mi instan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top