Diplomasi Batik Dubes Tantowi Yahya

Kerja seorang duta besar tak hanya berkutat dengan lobi dan pertukaran kesepakatan politik dengan negara lain. Selain peran untuk melaksanakan hard diplomacy, seorang dubes juga membawa amanah untuk mengembangkan soft diplomacy, salah satunya melalui diplomasi budaya.  
Saeno
Saeno - Bisnis.com 02 Februari 2019  |  21:49 WIB
Diplomasi Batik Dubes Tantowi Yahya
Dubes Tantowi Yahya: Diplomasi Batik - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kerja seorang duta besar tak hanya berkutat dengan lobi dan pertukaran kesepakatan politik dengan negara lain.

Selain peran untuk melaksanakan hard diplomacy, seorang dubes juga membawa amanah untuk mengembangkan soft diplomacy, salah satunya melalui diplomasi budaya.  

Batik adalah salah satu produk yang perlu dikenalkan melalui pendekatan diplomasi yang lembut atau soft.

Mempopulerkan batik tak pelak menjadi salah satu tugas menantang bagi para duta besar Republik Indonesia di negara tempat mereka bertugas.

Tak pelak, seorang dubes harus mampu menjadi marketer dan salesman berbagai produk negaranya bahkan jika perlu terjun menjadi "peragawan".

Paling tidak, itulah yang dilakukan oleh Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya demi lebih mempopulerkan batik di negeri Kiwi tempat Tantowi ditugaskan.

Akhir pekan minggu misalnya, Tantowi berupaya mempopulerkan Batik secara langsung ke masyarakat. Tantowi berbatik ria di tengah masyarakat.

"Fashion show itu bagus tapi perlu persiapan dan yang lihat terbatas. Tapi kalau terjun langsung ke jalan dan memperagakannya di pusat keramaian, yang lihat jauh lebih banyak dan beragam" jelas Tantowi.

Maka, Jumat (1/2/2019) Tantowi pun tampak melenggang di jalan-jalan utama di Wellington dan Napier. Tantowi keluar masuk toko yang dianggapnya sebagai cat walk. Menurut Tantowi respons yang didapat cukup membanggakan. "Masyarakat melihat, ambil foto dan bertanya," tutur Tantowi.

"Batik itu jika ditampilkan secara kekinian, yang tertarik banyak lho" ungkap Tantowi bangga.

Menurut Tantowi yang juga Dubes RI untuk Samoa dan Kerajaan Tonga ini, KBRI Wellington sudah punya kerja sama dengan perusahaan Batik di Indonesia untuk memproduksi batik dengan motif Maori serta gabungan motif kedua bangsa.

"Saya yakin ini akan menarik," ujarnya.

Batik kolaborasi ini rencananya akan dipamerkan dan diperagakan dalam bentuk fashion on the street dengan melibatkan peragawan dan peragawati Indonesia dan Maori. "Kita akan buktikan Batik itu cocok utk masyarakat Pasifik yang warna kulitnya sama dengan kita, cocok juga orang kulit putih jika dikreasikan dalam bentuk summer jacket dan summer shirt" ujar Tantowi dalam keterangan resmi, diterima Sabtu (2/2/2019).

Musim panas memang momen yang tepat untuk memperkenalkan batik. "Motif bunga-bunga, cerah dan terbuat dari bahan katun yang ringan membuat batik cocok sebagai pakaian musim panas. Celah ini yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya" jelas Dubes yang berencana merambah jalan-jalan utama di kota-kota lain di Selandia Baru dengan berbagai koleksi batik kebanggaannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batik, tantowi yahya, diplomasi

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top