Tips Mengelola Uang, Mengubah Pengeluaran Rokok menjadi Cuan Besar

Ini tips mengelola keuangan dari biaya pengeluaran untuk rokok diolah menjadi investasi sehingga menghasilkan cuan yang besar.
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  12:08 WIB
Tips Mengelola Uang, Mengubah Pengeluaran Rokok menjadi Cuan Besar
Rokoknya dibuang saja, uangnya bisa beli rumah. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA – Buat para perokok, berapa bungkus rokok dihabiskan dalam sehari? Coba bayangkan biaya beli rokok itu dialihkan untuk investasi, kira-kira bisa cuan berapa besar ya? Ini tipsnya.

Seorang perokok aktif atau pengguna rokok elektrik mungkin tak pernah menghitung berapa biaya yang dikeluarkan. Padahal, pengeluaran untuk rokok atau rokok elektrik itu bisa dikumpulkan sebulan untuk berinvestasi dari emas, saham, sampai properti loh.

Jika Bisnis.com mengasumsikan perokok aktif menghabiskan satu bungkus rokok atau 20 batang rokok senilai Rp20.000 – Rp26.700 dalam sehari, berarti pengeluaran untuk rokok dalam sebulan sekitar Rp600.000 sampai Rp801.000.

Nah, nilai sebanyak itu bisa digunakan untuk menabung saham atau menyicil rumah dengan skema kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi setiap bulannya.

Jika dihitung selama 10 tahun menabung saham blue chip seperti, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., kamu sudah bisa memiliki 184 lot sampai 245 lot saham emiten berkode TLKM tersebut. (Harga saham TLKM : Rp3.920 per saham)

Bahkan, kamu bisa membeli perusahaan rokoknya loh seperti, PT H.M Sampoerna Tbk. Dengan memangkas biaya rokok itu, kamu bisa membeli saham emiten berkode HMSP itu sebanyak 192 lot sampai 256 lot. (Harga saham HSMP : Rp3.470 per saham)

Selain prospek kenaikan harga saham, kamu juga bisa mendapatkan dividen dengan investasi saham. Namun, itu terjadi jika saham emiten yang kamu beli memutuskan bagi-bagi dividen.

Tidak hanya itu, kalau kamu memangkas biaya rokok selama 20 tahun, biaya cicilan rumah sudah bisa terpenuhi. Hal itu dengan asumsi harga rumah dengan KPR subsidi Rp144 juta sampai Rp192 juta.

Cicilan rumah dengan rata-rata harga itu sekitar Rp700.000 per bulan sampai Rp800.000 per bulan.

Lalu, jika kamu pangkas biaya merokok selama setahun penuh, kamu bisa membeli emas batangan sebanyak 10 gram sampai 14 gram per tahun. (harga emas batangan Antam Rp670.000 per gram).

Kerugian Merokok

Di sisi lain, tidak ada yang lebih baik di antara rokok konvensional atau rokok elektrik (vape). Dua-duanya memberikan dampak sangat buruk bagi kesehatan maupun dompet penggunanya. 

Rokok yang mengandung tar dan nikotin bisa menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker paru-paru, tukak lambung, stroke, bahkan kematian.

Tak berbeda jauh, rokok eletrik yang dulunya digadang-gadangkan menjadi solusi untuk berhenti merokok pun sebenarnya memberikan efek buruk bagi tubuh karena liquid yang digunakan juga mengandung nikotin.

Meski jumlah nikotin tak sebanyak di rokok tembakau, jika lama dikonsumsi tentu akan memicu penyakit berbahaya. Pengguna vape bisa menderita gangguan pernafasan seperti batuk dan sesak nafas, kanker, jantung, dan tumor.

Bukan hanya kesehatan Anda yang terancam, orang-orang terdekat juga akan merasakan dampaknya. Besar kemungkinan, orang yang sering bersama Anda akan menjadi perokok pasif dan perokok pihak ketiga, di mana risiko penyakit yang timbul bahkan lebih besar dibanding Anda si perokok aktif.

Jadi, uang beli rokok mending untuk dibakar biar jadi asap yang berbahaya atau diinvestasikan?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Rokok, bahaya merokok

Editor : Surya Rianto
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top