Kenalan Dengan Teman Baru Bantu Kurangi Tekanan Sosial Pada Perempuan

Sebesar 55% perempuan muda Indonesia menyatakan bahwa tekanan sosial menghalangi mereka dalam upaya menemukan jati diri, dan tekanan terbesar berasal dari keluarga.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  12:48 WIB
Kenalan Dengan Teman Baru Bantu Kurangi Tekanan Sosial Pada Perempuan
Ilustrasi - Thinkstock

Bisnis.com, JAKARTA -Sebesar 55%  perempuan muda Indonesia menyatakan bahwa tekanan sosial menghalangi mereka dalam upaya menemukan jati diri, dan tekanan terbesar berasal dari keluarga.

Mayoritas perempuan atau 82% nya setuju bahwa, berkenalan dengan teman baru membantu mereka menemukan berbagai kecocokan hidup, mulai dari hobi, kesukaan, pengalaman yang menyenangkan, hingga pasangan hidup

Hal tersebut terungkap dari hasil survei yang dibuat oleh Tantan, aplikasi trendi yang memberikan pengalaman menyenangkan untuk terhubung dengan kenalan baru, guna menemukan dampak tekanan sosial terhadap proses eksplorasi dan penemuan jati diri pada perempuan muda di Indonesia.

Bekerja sama dengan institusi penelitian independen, Tantan menyurvei lebih dari 1.000 perempuan berusia 18 hingga 35 tahun di 32 provinsi di Indonesia, secara online.    

Hasil survei menunjukkan, keluarga menempati peringkat teratas sebagai sumber tekanan sosial terbesar diikuti oleh rekan (di sekolah/universitas dan kantor) dan teman ketika responden diminta menyebutkan sumber tekanan sosial dari terbesar hingga terkecil.  

Dari beragam sumber tekanan sosial, suatu kesamaan yang dirasakan oleh responden adalah ekspektasi yang dibebankan kepada mereka. Responden menyatakan bahwa ideal yang diharapkan oleh suatu kelompok menjadi beban terbesar. Ekspektasi lainnya yang menjadi tekanan terbesar kedua yaitu dorongan untuk memiliki kesamaan norma serta pola pikir dengan anggota lainnya di dalam kelompok.

Beban dari ekspektasi tersebut mendorong lebih dari 63% perempuan untuk berusaha menjadi ideal, seperti yang diharapkan kelompok, walaupun tidak sesuai nilai yang mereka junjung. Bahkan lebih lanjut lagi, 55% perempuan menyatakan tekanan sosial menghalangi mereka dalam proses eksplorasi untuk menemukan jati diri.

Tiga hal yang paling ditakuti oleh responden ketika tidak menyesuaikan diri dengan ekspektasi dari kelompok adalah berhadapan dengan rasa kegagalan (#1), ketidakmampuan(#2), dan penolakan (#3).      

Jack Wu, Marketing Director di Tantan mengatakan, ekspektasi ideal dari kelompok sosial memberikan tekanan  lebih kepada perempuan muda, dan menumbuhkan keraguan dalam mengeksplorasi untuk menemukan jati diri.

“Sebagai platform aplikasi dating, yang fokus untuk memberikan pengalaman terbaik bagi perempuan, Tantan berkomitmen membantu anggota kami dalam perjalanan menemukan jati diri dan mengaktualkannya. Dengan berinteraksi di platform kami, anggota bisa saling berkenalan dan terhubung ke berbagai kecocokan, mulai dari hobi, kesukaan, pengalaman yang menyenangkan, hingga pasangan hidup.” ujarnya dalam siaran persnya.

Dalam survei itu juga menunjukkan sebanyak 82% perempuan menyatakan bahwa berkenalan dengan teman baru membantu mereka dalam perjalanan menemukan jati diri. Hal ini sejalan dengan apa yang Tantan berikan. “Di platform kami, perempuan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengemukakan suara terpendamnya dan mengeksplorasi jati diri dengan cara yang menyenangkan. Terdapat lebih dari 213 juta anggota dari 87 negara yang siap terhubung, dan saling menemukan kecocokan dalam hidup, hingga pada akhirnya menemukan pasangan, seperti yang terjadi oleh beberapa pasangan di Indonesia,” kata Jack menambahkan.

Terlepas dari pengalaman menyenangkan di platform, perempuan juga mengharapkan pengalaman yang aman. Survei mengungkap bahwa risiko yang bisa berujung pada tindak kriminal dan juga profil palsu adalah dua ketakutan terbesar dalam menggunakan aplikasi dating. Sebagai platform yang menjunjung tinggi pengalaman yang aman dan menyenangkan, Tantan menyediakan fitur yang membuat aplikasi lebih unggul dibanding aplikasi sejenis lainnya.

“Keamanan bagi seluruh anggota kami, terutama perempuan, adalah prioritas utama dan ini menjadi kelebihan kami. Kami menawarkan sistem keamanan terintegrasi yang mampu menyaring profil palsu, dan memoderasi interaksi di platform guna menjauhkan anggota dari interaksi yang tidak pantas dan berpotensi bahaya,” tutup Jack.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perempuan

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top