Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proteksi Gigi Anak Ternyata Bisa Dimulai Sejak Dalam Kandungan

Upaya proteksi sakit gigi ternyata seharusnya dilakukan sejak dalam kandungan. Di dalam rahim ibulah, awal dari terbentuknya gigi, apakah kuat ataukah tidak. Itulah yang menjadi penentu keberlangsungan kesehatan gigi seseorang.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 24 Maret 2019  |  13:35 WIB
Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Sri Hananto Seno -  Bisnis/Eva Rianti
Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Sri Hananto Seno - Bisnis/Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya proteksi sakit gigi ternyata seharusnya dilakukan sejak dalam kandungan. Di dalam rahim ibulah, awal dari terbentuknya gigi, apakah kuat ataukah tidak. Itulah yang menjadi penentu keberlangsungan kesehatan gigi seseorang. 

Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Sri Hananto Seno menuturkan bahwa proses terbentuknya gigi adalah ketika di dalam rahim ibu sehingga diperlukan suplai atau asupan yang dapat menguatkan gigi.

“Gigi terbentuk sejak di dalam kandungan sehingga perlu suplai untuk penguatan gigi. Itulah bentuk proteksi [terhadap sakit gigi] yang seharusnya dilakukan dari awal,” ujarnya, baru-baru ini.

Karena itulah, asupan, baik makanan maupun minuman yang memiliki manfaat positif untuk memperkuat gigi sangat diperlukan. Menurutnya, ada tiga asupan yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu ketika hamil agar bisa mendorong terbentuknya gigi yang sehat pada sang buah hati, yakni ikan teri, bayam, dan air teh.

“Saat hamil, banyaklah makan ikan teri, bayam, dan air teh. Semakin banyak konsumsi itu, maka zat fosfor akan dialirkan ke geraham. Ini akan membuat gigi menjadi lebih kuat,” tuturnya.

Seno menjelaskan ketiganya dianggap baik lantaran memiliki kandungan zat fosfor yang tinggi sehingga memberi dampak pada pertumbuhan gigi yang kuat dan sehat. Semakin kuat gigi, otomatis akan semakin tahan dari karies gigi.

Kemudian, setelah lahir, sang ibu perlu untuk tetap mengonsumsinya. Nantinya, anak akan tetap mendapatkan asupan-asupan tersebut melalui susu yang diberikan oleh ibu.

Adapun, setelah tumbuh, anak perlu diedukasi agar sadar untuk bisa merawat gigi. Standar perawatan gigi yang baik adalah menyikat gigi pada pagi dan malam hari setiap hari dan memeriksanya setiap enam bulan sekali ke dokter.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sakit Gigi kesehatan gigi
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top