Berawal dari Blog, Bisnis Kosmetik Ini Sekarang Bernilai US$1,2 Miliar

Kiprah Emily Weiss berawal dari blog kecantikan yang berisi ulasan produk kecantikan, kini bisnisnya bernilai lebih dari US$1 miliar.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 12 April 2019  |  13:12 WIB
Berawal dari Blog, Bisnis Kosmetik Ini Sekarang Bernilai US$1,2 Miliar
Produk Glossier

Bisnis.com, JAKARTA - Nama Glossier barangkali belum awam di kalangan pengguna produk kecantikan Indonesia. Namun di Amerika Serikat, Glossier adalah wujud dari keragaman kecantikan yang tak melulu berkutat pada standar media.

Pertengahan Maret lalu, perusahaan yang dirintis oleh blogger kecantikan Emily Weiss memasuki fase besar dalam industri kosmetik. Wall Street Journal menyebutkan valuasi perusahaan ini telah mencapai US$1,2 miliar (sekitar Rp16,9 triliun) setelah mendapat suntikan dana tambahan sebesar US$100 juta.

Dengan besaran fantastis tersebut, Glossier kini sejajar dengan merek produk kecantikan lain seperti Kylie Cosmetics, Pat McGrath Labs, serta Honest Beauty dan Huda Beauty milik aktris Jessica Alba.

Keberhasilan Glossier tidak dicapai dalam semalam. Semua berkat blog bernama Into the Gloss yang dibuat Weiss pada 2010. Dari sanalah semangat Glossier sebagai produk yang dekat dengan pengguna berawal.

Perjalanan Weiss (33) dengan Glossier berawal dari minatnya terhadap dunia mode dan kecantikan. Pindah ke New York pada usia 18 tahun untuk menuntut ilmu di jurusan seni studi, Weiss malah menggeluti kerja sambilan di majalah Teen Vogue selama masa studinya.

Setelah lulus pada 2007, Weiss sempat bekerja untuk majalah W. Ia lalu pindah ke Vogue dan menjadi asisten mode di majalah ternama itu.

Saat bekerja sebagai asisten mode, Weiss membuat blog kecantikannya sendiri, Into The Gloss. Di sana ia menulis ulasan produk kecantikan, tips, bahkan wawancara dengan berbagai tokoh publik mengenai isu kecantikan dan perawatan tubuh.

Into the Gloss langsung mendapat banyak pengikut. Sebagian besar dari mereka menggunakan Into the Gloss sebagai media untuk berbagi pengalaman dan saran mengenai produk kecantikan kepada sesama pembaca.

Weiss memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya di Vogue untuk fokus pada blognya. Dia lalu meminta Nick Axelrod, seorang teman yang juga bekerja di penerbitan, untuk menjadi direktur editorial.

Weiss meluncurkan kembali situs Into the Gloss dan meningkatkan jumlah konten. Jumlah kunjungan pun meningkat tiga kali lipat.

Diskusi dan informasi yang dibagikan melalui Into the Gloss lantas menjadi landasan bagi Weiss untuk menciptakan produk kosmetik. Bukan sembarang produk, melainkan produk yang memiliki keterkaitan dengan pembaca. Pada 2014, Glossier lahir.

Produk awal yang dirilis oleh Glossier mencakup facial mist, pelembab wajah, skin tint, dan lip balm. Semua produk ini dimaksudkan untuk mengkampanyekan tampilan "no make-up" dan dijual melalui Instagram.

Identitas Glossier yang inklusif bagi berbagai ras dan etnis membuat perusahaan ini memperoleh suntikan dana sebesar US$76 juta selama 2016 dan 2018. Mereka bahkan membuka dua showroom di New York yang kemudian menjadi gerai permanen dan sebuah toko di Los Angeles.

Kepada Business Insider, Glossier melaporkan bahwa pendapatan mereka melampaui US$100 juta pada 2018. Mereka juga mengaku mendapat 1 juta pelanggan baru.

Kunci dari keberhasilan Glossier tampaknya berasal dari nilai yang dipegang teguh perusahaan. Weiss mengaku berkomitmen untuk terus "menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan", bukan produk hasil dikte para peneliti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kosmetik

Sumber : Business Insider

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top