Hindari Kantong Kering Gara - gara Shopping

Keuntungan adanya sistem belanja daring atau belanja online memudahkan kita untuk membeli produk  apa saja dan dari mana saja.
Tika Anggreni Purba | 19 April 2019 11:58 WIB
Ilustrasi orang berbelanja. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA--Keuntungan adanya sistem belanja daring atau belanja online memudahkan kita untuk membeli produk  apa saja dan dari mana saja. Mulai dari produk yang orisinal dan berkualitas, hingga yang kualitasnya biasa-biasa saja.

Konsumen bebas memilih barang dan jasa dengan transaksi yang gampang pula. Tinggal gesek kartu atau gunakan internet banking, barang sudah pindah ke tangan. Belanja online memang sangat praktis dan mudah.

Mungkin inilah awal mula perilaku konsumtif seiring dengan produk dan jasa yang ditawarkan yang makin banyak. Tentu kita tidak bisa membendung moncernya sistem jual beli daring karena kehadirannya membawa manfaat yang besar pula.

Mudah dan praktisnya belanja online bisa membuat perilaku konsumtif meningkat. Coba hitung jumlah barang yang Anda beli melalui belanja online, Anda sendiri mungkin akan kaget dibuatnya. Hati-hati, sebab belanja online itu sifatnya candu. Kalau kita tidak menguasai diri, bisa-bisa kita kalap dan lupa diri.

Menurut psikolog klinis A. Kasandra Putranto dari Kasandra Associates di Jakarta perubahan sistem belanja konvensional ke sistem belanja daring memang membawa perubahan bagi masyarakat. Pada orang lanjut usia yang tidak terbiasa dengan gawai dan teknologi misalnya, akan merasa kesulitan dalam berbelanja daring. “Tidak sedikit dari mereka yang merasa frustasi karena tidak ada yang membantu dalam proses pembelian,” ujarnya.

Di satu sisi, Kasandra menyoroti anak muda dan orang dewasa yang terjebak dalam perilaku konsumtif karena belum mampu untuk mengendalikan diri. Terutama, tutur Kasandra, ketika opsi pembayaran tidak terproteksi dengan baik sehingga proses transaksi sangat mudah.

Secara psikologis seseorang yang tidak mampu mengendalikan dorongan dari dalam diri dapat terjebak dalam adiksi belanja dan menjerat diri dalam utang. “Pada posisi ini seseorang bisa ketagihan browsing untuk membeli atau berbelanja,” katanya lagi.

Bagi mereka yang tidak bisa menahan diri dari perilaku konsumtif, persoalan yang muncul bukan saja dari dalam diri seperti adiksi, tetapi juga masalah keuangan. Lebih jauh lagi, Kasandra menuturkan perilaku berbelanja online yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah dalam hubungan dengan pasangan dan keluarga.

Perilaku konsumtif dikatakan tidak wajar apabila kesukaan berbelanja sudah melebihi batas normal yakni melebihi kemampuan finansial. “Yang normal ya sesuai kebutuhan,” ucap Kasandra.

Adapun cara paling sederhana agar tidak terjebak dalam problem ini adalah kembali kepada diri sendiri. Jika tidak mampu mengendalikan diri atau memiliki keterbatasan finansial sebaiknya batasi diri dalam berbelanja.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
online shopping

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup