Cerita Lukman Sardi Berperan Sebagai Petinju di Film 27 Steps of May

Lukman Sardi menjadi seorang bapak yang berkarakter lembut bagi anaknya, May (Raihaanun) ketika di dalam rumah, namun di luar rumah dia memainkan peran sebagai seorang petinju.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 25 April 2019  |  01:37 WIB
Cerita Lukman Sardi Berperan Sebagai Petinju di Film 27 Steps of May
Aktor Lukman Sardi - Bisnis/Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA – Aktor Lukman Sardi memerankan tokoh Bapak dalam film 27 Steps of May besutan Ravi Bharwani. 

Dalam film yang bakal tayang pada 27 April 2019 tersebut, Lukman menjadi seorang bapak yang berkarakter lembut bagi anaknya di dalam rumah, namun di luar rumah dia memainkan peran sebagai seorang petinju. 

Hobi bertinju dalam film tersebut diceritakan sebagai pelampiasan emosi terhadap kondisi anaknya yang merupakan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh sekelompok orang. 

Dalam sebuah konferensi pers, baru-baru ini, Lukman bercerita bahwa untuk mendalami karakter petinju, dia belajar dari banyak referensi, termasuk berguru langsung dengan ahlinya, yakni petinju profesional Ellyas Pical. 

“Saya enggak bisa cuma nonton video tinju, tetapi perlu waktu untuk latihan tinju di sasana. Bahkan sempat beberapa kali ada om Ellyas Pical juga ada di situ. Bagaimanapun saya perlu memahami sehingga menjadi hal yang diyakini bahwa Bapak adalah petinju,” ceritanya.

Dia mengakui sempat mengalami cedera dalam memerankan peran tersebut. Pada satu minggu pertama syuting adegan yang banyak dilakukan olehnya adalah fighting di kerangkeng. Adegan tersebut dilakukannya sehabis maghrib sampai subuh.

“Banyak hal yang terjadi, sering mengalami cedera. Terutama terkilir, salah urat, dan masuk angin. Bahkan buka baju terus, tetapi emang itu yang harus dilewati dalam film ini,” lanjutnya.

Film yang diproduksi oleh Green Glow Pictures ini berkisah tentang seorang perempuan berusia 14 tahun bernama May (Raihaanun) yang diperkosa oleh sekelompok orang tak dikenal. 

Bapak May (Lukman Sardi) sangat terpukul dan menyalahkan diri sendiri karena merasa tidak mampu menjaga anak perempuannya. Akibat trauma yang mendalam, May menarik diri dari kehidupan. Sementara bapaknya lebih banyak meluapkan amarahnya melalui bertinju. Mereka telah hidup selama delapan tahun dalam kondisi seperti itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top