Terganjal Regulasi, Tencent Tarik Gim PUBG dari Pasar Gim China

Perusahaan teknologi raksasa China, Tencent, telah menarik kembali gim popular Playerunknown Battlegrounds yang sempat diajukan agar bisa menembus pasar gim di China.
Syaiful Millah | 09 Mei 2019 09:52 WIB
Game PUBG, ajarkan kekerasan pada anak? - playstation.com

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi raksasa China, Tencent, telah menarik kembali gim popular Playerunknown Battleground’s yang sempat diajukan agar bisa menembus pasar gim di China.

Dilansir dari Reuters, perusahaan itu pada Rabu (8/5) menyatakan bahwa mereka akan menghentikan penawaran versi uji coba dari gim tersebut, setelah menunggu secara sia-sia selama lebih dari setahun untuk mendapatkan lisensi dari regulator guna memulai penjualan secara komersial.

Tencent telah berupaya memasukkan gim battle royale buatan Korea Selatan itu ke pasar gim China sejak 2017. Kala itu, PUBG sendiri telah mendulang popularitas tinggi di pasaran global dan menempati posisi sebagai gim terpopuler.

“Fase pengujian untuk PUBG secara resmi telah berakhir pada 8 Mei. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak aras dukungan yang telah diberikan sejauh ini,” tulis perusahaan di akun resmi platform Weibo, secaman Twitter.

Kabar ini diperkirakan bakal mengurangi potensi pendapatan yang diperoleh Tencent dari gim non-China yang dibawanya.

Pasalnya, analis Jefferies sebelumnya memprediksi bahwa Tencent akan mendapat pemasukan yang terbilang fantastis sebesar US$1 miliar apabila gim tersebut mendapatkan persetujuan dan bisa dipasarkan secara komersial di China.

Hal itu memang memungkinkan sebab China sendiri merupakan salah satu pangsa pasar gim terbesar di dunia, ditunjang dengan jumlah penduduk dan perkembangan olahraga elektronik (esports) yang berkembang sangat pesat.

Adapun, topik “PUBG is gone” menjadi topik yang paling banyak dilihat di platform Weibo kemarin dengan lebih dari 300 juta klik dan sekitar 90.000 postingan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
games, GIMS 2018

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup