Benarkah Susu Bikin Gemuk? Cek Faktanya!

Susu merupakan sumber makanan lengkap karena mengandung tiga nutrisi penting bagi tubuh yakni protein, lemak, dan karbohidrat. Namun, sebagian orang menghindari minum susu karena takut gemuk.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  02:33 WIB
Benarkah Susu Bikin Gemuk? Cek Faktanya!
Spesialis gizi klinis dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp. GK berbicara soal mitos dan fakta terkait susu dalam acara FFI MilkVersation yang digelar PT Frisian Flag Indonesia, Rabu (15/5/2019) - Bisnis/Denis Riantiza Meilanova

Bisnis.com, JAKARTA – Susu merupakan sumber makanan lengkap karena mengandung tiga nutrisi penting bagi tubuh yakni protein, lemak, dan karbohidrat. Namun, sebagian orang menghindari minum susu karena takut gemuk.

Susu mengandung lemak dan karbohidrat, sehingga sebagian orang menganggapnya merupakan salah satu penyebab kenaikan berat badan. Lalu benarkah bahwa susu menyebabkan gemuk atau itu hanya mitos?

Spesialis gizi klinis dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp. GK menegaskan bahwa anggapan susu membuat gemuk tidaklah benar. Menurutnya, hal yang membuat berat badan seseorang naik adalah asupan kalori yang melebihi kebutuhan.

"Sebenarnya yang bikin gemuk itu total kalori harian Anda yang melebih kebutuhan. Minum susu tapi makan yang lainnya yang melebihi kebutuhan kalori ya pasti jadi gemuk," ujarnya dalam acara FFI MilkVersation yang digelar PT Frisian Flag Indonesia di Jakarta pada Rabu (15/5/2019).

Dia menuturkan orang bisa mengonsumsi susu jenis apa pun tanpa perlu khawatir bertambah gemuk. Namun, perlu diperhatikan pengaturan asupan kalorinya.

Dia menguraikan satu gelas susu atau setara 250 ml mengandung 146 kalori dan jumlah tersebut memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan kalori tubuh.

Sementara itu, berbanding terbalik dengan mitos yang beredar, menurut International Journal of Obesity (April, 2004), kandungan kalsium dan protein susu justru membantu penurunan berat badan pada orang dewasa yang mengalami obesitas.

Pada penelitian tersebut, peneliti membagi orang dewasa obesitas dengan diet rendah kalori ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan susu rendah kalsium (400 mg - 500 mg) dan kelompok kedua diberikan tinggi kalsium (1.200 mg - 1.300 mg).

Hasilnya, kelompok kedua kehilangan lemak tubuh dan lemak abdominal secara signifikan dibandingkan dengan kelompok pertama.

"Jadi, ternyata mengonsumsi susu tidak bikin gemuk, asal total kalori harian Anda. Misalnya, kebutuhan kalori 1.500, kalau kita makan 1.300 pasti kan lebih rendah. Nah, itu yang bikin berat badan turun. Susunya ditambahkan yang tinggi kalsium," kata Diana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, kegemukan, susu

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top