BI dan Desainer Dongrak Tenun Masalili Jadi Kekuatan Ekonomi Lokal

Kerja sama tersebut dilakukan melalui program pelatihan peningkatan kualitas, motif, desain serta pengembangan produk dan pemasaran
BI dan Desainer Dongrak Tenun Masalili Jadi Kekuatan Ekonomi Lokal Asteria Desi Kartika Sari | 24 Mei 2019 15:44 WIB
BI dan Desainer Dongrak Tenun Masalili Jadi Kekuatan Ekonomi Lokal
Karya Irma Intan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara dan para perancang busana turut dalam pengembangan tenun Masalili sebagai kekuatan ekonomi lokal.

Kerja sama tersebut dilakukan melalui program pelatihan peningkatan kualitas, motif, desain serta pengembangan produk dan pemasaran

Wignyo Rahadi adalah salah satu desainer yang ikut andil dalam program tersebut. Agar dapat memperkenalkan tenun Masalili kepada masyarakat yang lebih luas, Rahadi menggelar peragaan busana, dengan menampilkan koleksi modest wear mulai dari gaya kontemporer hingga syari dengan menggunakan kain tenun Masalili.

Tenun yang dipakai merupakan hasil produksi UMKM binaan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sultra karya desainer Wignyo Rahadi dan Irma Intan beserta desainer asal Kendari. Peragaan busana tersebut diselenggarakan di area Hutan Bakau, Kota Kendari.

Desainer Wignyo Rahadi menampilkan koleksi modest wear bertema’Re-Masalili’ yang dikembangkan dari inspirasi gaya busana Retro dengan menonjolkan permainan cutting yang bervolume, seperti model lengan setali, celana harem, rok draperi, dan dressaksen tumpuk, dilengkapi turban dan hijab model capuchon.

Tenun Masalili dalam pilihan warna kuning, hijau, biru, hingga ungu, dikombinasi dengan tenun lurik dan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) corak sobi dan bintik yang menjadi ciri khas Tenun Gaya, brand yang dibuat oleh desainer Wignyo Rahadi.

Sentuhan ornamen tumpuk, draperi, dan asimetris turut menjadi daya pikat koleksi dari olahan tenun Masalili.

Irma Intan yang adalah desainer kelahiran Kendari, menampilkan koleksi busana muslim syari bertema ‘Himeka’ yang dalam bahasa Sansekerta berarti sorot mata yang bercahaya.

Koleksi ini menghadirkan kombinasi tenun Masalili dengan material tulle, katun, dan organza yang dituangkan dalam siluet A-line serta ornamen zipper dan beads yang dramatis.

Dominasi warna hitam diberi sentuhan warna cerah dari tenun Masalili,antara lain warna merah, biru, hijau tosca, dan ungu.

Dengan program pengembangan yang dilakukan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sultra, tenun tradisional Masalili dapat diaplikasikan menjadi ragam gaya busana ready to wear untuk menunjang gaya hidup masa kini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fashion

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top