Pro-Kontra Pajak Mukena Syahrini Berasa Smartphone Rp1,75 Miliar, Begini Penjelasan Ditjen Pajak

Gara-gara isu pajak mukena Syahrini yang harganya setara dengan smartphone Samsung Rp3,5 juta per potong, Ditjen Pajak Kementerian Keuanganmemberi penjelasan perihal pajak sebesar 10 persen dari omset penjualan Rp1,75 miliar.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  10:36 WIB
Pro-Kontra Pajak Mukena Syahrini Berasa Smartphone Rp1,75 Miliar, Begini Penjelasan Ditjen Pajak
Syahrini menjual mukena seharga Rp3,5 juta per potong. - Instagram @fatimahsyahrini

Bisnis.com, JAKARTA – Gara-gara isu pajak mukena Syahrini yang harganya setara dengan smartphone Samsung  Rp3,5 juta per potong, Ditjen Pajak Kementerian Keuangan member penjelasan perihal pajak sebesar 10 persen atau Rp1,75 miliar dari omset sebesar Rp17,5 miliar.

Pajak sebesar Rp1,75 miliar itu dicuitkan akun Twitter Ditjen Pajak pada Rabu (29/5/2019).

Saat itu Ditjen Pajak mengigatkan bahwa omset mukena Syahrini sebesar Rp17,5 miliar dikenakan pajak 10 persen, sehingga pajak yang harus dibayar Rp1,75 miliar.

Cuitan Ditjen Pajak ini ramai diperbincangkan di media sosial dan mendapat reasi positif dan negatif dari warganet. Adapun seorang warganet yang mempersoalkan pajak mukena Syahrini itu antara lain mantan Ketua DPR Marzuki Alie.

“Syahrini bukan produsen dan bukan PKP, artinya saat beli dari produsen sdh dikenakan PPN. Syahrini tidak mungut PPN walaupun mukena adalah objek PPN. Darimana kok tau2 harus bayar PPN,” cuit @marzukialie_MA

Persoalan pengusaha kena pajak (PKP) ini pun akhirnya dijelaskan Ditjen Pajak lewat akun Twitter @DitjenPajakRI pada Kamis (30/5/2019). Dijelaskan bahwa, pengusaha wajib mengukuhkan diri sebagai PKP apabila dalam suatu tahun buku peredaran bruto dan/atau penerimaan brutonya telah melebihi Rp4.800.000.000,00.

 Kemudian, DItjen Pajak juga menjelaskan perihal PPN sbeagai berikut:

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak, ditjen pajak, Syahrini

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup