Tayang 4 Juni, Ghost Writer Jadi Film Liburan Keluarga

Bagaimana rasanya bekerja sama dengan hantu untuk menulis novel? Sensasi hubungan manusia dengan hantu disajikan lewat film produksi Starvision bertajuk Ghost Writer yang tayang 4 Juni di bioskop.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  16:09 WIB
Tayang 4 Juni, Ghost Writer Jadi Film Liburan Keluarga
Ernest Prakasa - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Bagaimana rasanya bekerja sama dengan hantu untuk menulis novel? Sensasi hubungan manusia dengan hantu disajikan lewat film produksi Starvision bertajuk Ghost Writer yang tayang 4 Juni di bioskop.

Film layar lebar ini diproduseri oleh Ernest Prakasa dan Chand Perwez. Film komedi horor ini juga menjadi debut Bene Dion Rajagukguk sebagai sutradara.

Film bercerita tentang Naya (Tatjana Saphira) seorang penulis novel yang mengalami keterpurukan, baik dari perilisan novel baru dan juga ekonomi. Dalam keterpurukannya, dia yang hanya tinggal berdua dengan adiknya Darto (Endy Arfian) akhirnya pindah ke rumah tua dengan harga sewa yang murah. Di sanalah pengalaman mistis mulai dirasakan kakak-beradik itu.

Naya menemukan buku harian milik Galih (Ge Pamungkas), hantu penunggu rumah. Walau bermula dari kemarahan karena Naya mencuri bukunya, akhirnya hubungan manusia dan hantu ini berjalan dengan baik. Naya dan Galih menulis novel bersama.

Film ini dikemas dengan genre komedi, horor, dan drama keluarga yang dijadikan satu. Terdapat cerita lucu yang membuat penonton tertawa, tetapi juga adegan horor yang membuat ngeri.

“Ini adalah genre baru yang mungkin baru pertama kali dibuat di Indonesia, semoga akan lebih banyak genre seperti ini di Indonesia kelak,” ujar Sutradara Bene.

Menurutnya komedi horor sangat jarang digarap di industri film Tanah Air sehingga dia tertantang untuk menggarap Ghost Writer dengan sebaik mungkin. “Ghost Writer memberikan saya tantangan sekaligus motivasi untuk menghasilkan karya yang unik dan segar,” kata Bene yang juga aktif sebagai penulis skenario dan komedi konsultan ini.

Sebagai sutradara debutan, dia cukup grogi menggarap genre baru dalam kancah perfilman Indonesia. “Itulah sebabnya saya sangat berhati-hati,” katanya. Dia mengaku semua proses pra produksi, produksi, hingga pascaproduksi semua berjalan dengan menyenangkan dan seru.

Sebagai produser Ernest Prakasa berhasil menyatukan sutradara debutan dan penulis skenario debutan dalam sebuah karya film. Penulis skenario Nonny Boenawan merupakan peserta kelas penulisan skenario Ernest pada 2018. “Ketika membaca cerita Nonny, saya langsung membayangkan berbagai potensi yang menarik untuk digarap melalui cerita ini,” ujar Ernest.

Menurutnya proses produksi berjalan dengan lancar. Apalagi menurutnya, film ini memiliki kombinasi yang menyegarkan dari berbagai genre. “Kita menggarap horornya, komedinya, dan dramanya dengan serius,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, film indonesia

Editor : Tegar Arief
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top