Rano Karno Sebut Film Perlu Diperjuangkan Lewat Jalur Politik

Politisi sekaligus aktor Rano Karno menyebut usahanya menjadi politisi juga sebagai sarana membangun fasilitas film yang lebih baik.
Rano Karno Sebut Film Perlu Diperjuangkan Lewat Jalur Politik Ria Theresia Situmorang | 06 Juni 2019 14:05 WIB
Rano Karno Sebut Film Perlu Diperjuangkan Lewat Jalur Politik
Rano Karno. JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi sekaligus aktor Rano Karno menyebut usahanya menjadi politisi juga sebagai sarana membangun fasilitas film yang lebih baik.

Ditemui di kediamannya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Kamis (6/6/2019), pemain film Si Doel 2 tersebut mengatakan kalau memang ia sudah tertarik ke dunia politik sejak dahulu. 

"Saya kan belakang saya SIP, Sarjana Ilmu Politik. Saya kuliah 4,5 tahun lho di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN). Artinya karena saya sudah nyemplung di situ (politik) dan film ini kalau tidak diperjuangkan dalam sudut politik, sulit," ungkapnya.

Rano  membandingkan jumlah layar bioskop untuk film dalam dan luar negeri yang sangat timpang, dan hal ini yang membuatnya ingin memperjuangkan dunia perfilman  di Indonesia.

"Oke mungkin bahasanya Warkop, tapi box office, tapi dibanding dengan film Amerika kayak Avengers, Warkop enggak ada apa-apanya. Bahasanya maaf nih bukan ngiri, tapi ya realita," jelasnya. 

"Mereka begitu tayang dapet misalnya 1500 layar, Si Doel cuma 350 layar. Wah, ini kalau bukan kebijakan politik bisa kalah terus film-film Indonesia, misalnya seperti itu," sambungnya.

Rano berpendapat, hukum dagang seperti itu lumrah terjadi bahkan untuk sesama produsen film Indonesia. Namun, Rano mengungkapkan ia sedang berusaha menyelesaikan permasalahan rumit tersebut dengan menggandeng pemangku kebijakan bersamanya dalam memproduksi fim.

"Ya memang, maaf, misalnya Avengers satu hari dia sudah bisa mencapai berapa pemasukan, kan. Itu juga ekonomi kan. Dilan hari pertama sudah 800 ribu penonton. Dilan dikasih layar banyak hampir 1.000 layar. Nah, jadi hal-hal itu kan juga politik," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, politik, film indonesia, rano karno

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top