Jangan Pendam Masalah, Ini Gunanya Curhat Pada Orang Tepercaya

Sebagian orang memilih untuk memendam persoalan dan permasalahan yang dihadapinya seorang diri. Bukannya tidak boleh, tetapi membicarakan masalah Anda pada orang lain sebenarnya dapat membuat Anda merasa lebih baik.
Tika Anggreni Purba | 13 Juni 2019 16:07 WIB
Ilustrasi - foodntv

Bisnis.com, JAKARTA—Sebagian orang memilih untuk memendam persoalan dan permasalahan yang dihadapinya seorang diri. Bukannya tidak boleh, tetapi membicarakan masalah Anda pada orang lain sebenarnya dapat membuat Anda merasa lebih baik.

Dalam laporan Psychologytoday.com, secara ilmiah dikatakan bahwa membicarakan masalah atau persoalan kita pada orang lain dapat memberikan kelegaan. Apalagi jika problem itu diceritakan kepada orang yang dapat dipercaya dan tepat.

Dalam ilmu psikologi, ikatan kepercayaan antara satu orang dengan yang lainnya dapat mendukung pengungkapan diri yang lebih luas, serta berbagi rasa dan emosi. Dengan membicarakan masalah dan membagikan emosi negatif kepada orang lain, seseorang menjadi lebih cepat pulih perasaannya. Berbagi cerita alias curhat juga dinilai dapat mengurangi stres, memperkuat sistem imun, dan mengurangi tekanan fisik dan emosional.

Selain curhat, Anda juga dapat menulis untuk melepaskan rasa sakit emosional yang tengah dihadapi. Menulis pengalaman emosional akan membantu seseorang untuk melihat masalah dengan perspektif yang lebih besar. Hal ini akan menolong Anda mendapatkan kesehatan mental yang lebih baik.

Ketika mengungkapkan perasaan pada orang lain, Anda juga cenderung mengenali perasaan dan emosi. Dengan mengenali perasaan dan emosi ini, Anda dapat belajar mengendalikannya atau mengubahnya menjadi emosi yang lebih positif.

Jadi, lain kali ketika Anda merasa sedih, jangan mau dihanyutkan oleh emosi negatif atau stres berkepanjangan akibat enggan berbagi cerita pada orang lain. Kalau Anda masih ragu untuk bercerita pada orang lain, Anda bisa memilih untuk mencurahkan perasaan melalui tulisan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Depresi

Sumber : Psychologytoday.com

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top