Terlalu Higienis Membuat Gampang Sakit? Ini Kata Dokter

Benarkah terlalu bersih dan higienis membuat orang cepat sakit? Menurut dokter spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Alergi Sistem Imun RS Premier Bintaro, dr. Prasba Pramitha, Sppd, K-AI, FINASIM, MARS, hal tersebut benar adanya.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  14:35 WIB
Terlalu Higienis Membuat Gampang Sakit? Ini Kata Dokter
Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Alergi Sistem Imun RS Premier Bintaro, dr. Prasba Pramitha, Sppd, K-AI, FINASIM, MARS saat ditemui di Sequis Center pada Selasa (18/6/2019) - Ria Theresia

Bisnis.com, JAKARTA - Benarkah terlalu bersih dan higienis membuat orang cepat sakit? Menurut dokter spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Alergi Sistem Imun RS Premier Bintaro, dr. Prasba Pramitha, Sppd, K-AI, FINASIM, MARS, hal tersebut benar adanya. 

Ditemui di Sequis Center pada Selasa (18/6/2019), dr. Prasba membenarkan kalau ternyata kebiasaan sedikit kotor bisa membuat kita jauh lebih sehat.

"Oh itu bener sih jadi ada salah satu teori seperti itu. Jadi kita itu harus agak jorok, kita itu memang kalau membiasakan terlalu steril, akhirnya bisa aja jadi mudah sakit," ungkapnya.

"Contoh misalnya, orang yang nggak biasa makan kotor, tiba-tiba dia makan, langsung deh dia sakit. Jadi pokoknya kita hidup agak lebih kotor," sambungnya.

Jenis kotor menurutnya adalah dengan membiarkan badan membentuk antibodinya sendiri agar lebih tahan terhadap penyakit yang menyerang. 

"Sampai ada yang mandi aja pakai 'aqua', kan itu nggak bener. Mandi tetap mandi seperti biasa air yang ada, jadi dia pun dari tubuh sendiri bisa membentuk antibodi. Akhirnya dengan lingkungannya, kalau dia nggak bisa begitu apa-apa yang terkena, jadi dia sakit," tuturnya. 

Salah satu penyakit yang menurutnya disebabkan oleh kebiasaan terlalu higienis adalah penyakit typus yang biasanya menjangkit penderita yang makan sembarangan.

"Biasanya seperti typus, karena jarang jajan, biasanya bisa juga mungkin flu bisa sering terjadi karena lewat udara. Kalau alergi enggak itu lebih ke genetik dan dari makanan mungkin, atau dari udara itu sebagai faktor pemicunya," ungkapnya.

Sebagai orangtua, anak pun harus dibiasakan untuk berani kotor dan tidak terlalu 'parno' dengan bakteri dan virus karena keduanya tersebut adalah hal yang lumrah bagi anak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top