Dokter: Didiamkan 1 Jam, Jus Buah Bisa Berubah Menjadi Kalori Gula

Lebih baik mengonsumsi buah langsung tanpa perlu diolah karena seratnya sangat baik untuk tubuh kita dibandingkan dengan mengolahnya menjadi jus buah.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  15:38 WIB
Dokter: Didiamkan 1 Jam, Jus Buah Bisa Berubah Menjadi Kalori Gula
Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan alergi dan sistem imun Rumah Sakit Premier dr. Prasba Paramitha ditemui di Sequis Center pada Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA – Jus buah memang seharusnya diminum sesaat setelah diolah, tidak didiamkan terlalu lama. Hal tersebut yang dijelaskan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan alergi dan sistem imun Rumah Sakit Premier dr. Prasba Paramitha.

Ditemui di Sequis Center pada Selasa (18/6/2019) dokter Prasba menerangkan bahwa jus buah yang didiamkan terlalu lama ternyata bisa berubah menjadi kalori gula.

“Jadi [kalau jus didiamkan], kalorinya terurai sehingga tinggal kalori gula aja yang tertinggal. Obat, vitamin sudah nggak ada,” ujarnya.

Menurutnya memang lebih baik mengonsumsi buah langsung tanpa perlu diolah karena seratnya sangat baik untuk tubuh kita dibandingkan dengan mengolahnya menjadi jus buah.

“Paling bagus itu makan buah, di makan itu seratnya semua. Tapi kadang-kdang kita orang kota males makan, (karena) lama. Akhirnya jus tapi harus langsung di minum,” sambungnya.

Batas idealnya, jus harusnya disimpan di kulkas kurang dari satu jam untuk menghindari perubahan kalori yang terkandung dalam jus buah itu sendiri.

“Itu harus kurang dari satu jam, sama juga disimpan di kulkas,” lanjutnya.

Prasba juga membandingkannya dengan infused water yang banyak dikonsumsi orang-orang dengan menggabungkan air dan irisan lemon ke dalamnya yang menurutnya juga tidak cukup baik nutrisinya setelah didiamkan beberapa lama.

“Itu buah ditaruh di air kalau diamkan selama ber jam-jam, paginya minum itu beda,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top