7 Cara Anak Bermain di Luar Ruangan Tetap Aman

Anak yang sehat biasanya sangat aktif bermain, karena pekerjaan utama anak-anak adalah bermain. Dengan bermain, anak makin terasah kemampuannya dalam segala aspek.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  14:11 WIB
7 Cara Anak Bermain di Luar Ruangan Tetap Aman
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA— Anak yang sehat biasanya sangat aktif bermain, karena pekerjaan utama anak-anak adalah bermain. Dengan bermain, anak makin terasah kemampuannya dalam segala aspek. Orang tua sebaiknya mengizinkan anak-anaknya bermain, baik di dalam ruang maupun di luar ruangan.

Biasanya, aspek keamanan bermain di luar ruang lebih berisiko ketimbang bermain di dalam ruangan. Itulah sebabnya orang tua sering kali tidak mengizinkan anak bermain di luar ruang. Padahal, kecerdasan spasial anak hanya dapat terbentuk dan terasah melalui permainan di luar ruangan.

Agar orang tua tidak khawatir mengizinkan anak bermain di luar ruangan, perhatikan syarat keamanan bermain di luar ruang berikut ini yang disampaikan oleh dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang Catharine M. Sambo dari RS Pondok Indah-Pondok Indah Jakarta:

1.      Pastikan batas aman ruang luar yang dapat dijadikan anak sebagai tempat bermain. Jauhkan tempat bermain anak dari tumbuhan, binatang, atau benda berbahaya saat bermain di luar ruang, misalnya di halaman rumah.

2.      Izinkan anak untuk mengeksplorasi lingkungan luar sesuai usianya. Pilih zona permainan yang sesuai dengan ukuran tubuh anak dan kemampuan fisik anak. Kalau bermain ke taman bermain misalnya, pastikan alat permainannya dalam keadaan baik alias tidak rusak, pecah, atau berkarat.

3.      Kalau anak bermain di luar ruangan dengan peralatan sendiri seperti sepeda, sepatu roda, dan sebagainya, pastikan anak menggunakan pelindung seperti helm.

4.      Perhatikan pakaian anak. Jika bermain dalam keadaan cuaca panas, sebaiknya berikan pakaian yang longgar dan nyaman. Apabila bermain di cuaca dingin, berikan jaket pelindung agar anak tidak kedinginan saat bermain.

5.      Perhatikan dengan baik suasana dan lingkungan bermain, apakah ada risiko anak terjerat, terjatuh dari ketinggian, kedinginan, kepanasan, tenggelam, dan cedera.

6.      Selalu ajari anak untuk berpegangan dengan erat pada tiang ayunan atau alat permainan lainnya. Dengan begitu anak terhindar dari risiko jatuh saat bermain.

7.      Sebisa mungkin orang tua harus terlibat saat anak bermain di luar ruang. Ikatan anak dan orang tua juga dapat terbangun ketika anak bermain bersama orang tuanya. Selai itu, orang tua dapat langsung mengawasi anak-anaknya saat bermain di luar ruang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup