Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diprotes, Merek Pakaian Dalam "Kimono" Kim Kardashian Akan Diganti

Bintang acara realitas TV dan wanita pengusaha Kim Kardashian pada Senin (1/7) mengatakan ia akan mengganti nama "Kimono" dalam koleksi pakaian dalam produksinya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  11:48 WIB
Kim Kardashian - instagram
Kim Kardashian - instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Bintang acara realitas TV dan wanita pengusaha Kim Kardashian pada Senin (1/7) mengatakan ia akan mengganti nama "Kimono" dalam koleksi pakaian dalam produksinya.

Langkah itu dia lakukan setelah orang-orang di Jepang mengatakan tindakannya menamakan pakaian dalam itu tidak sopan.

Dia  mengaku menghargai masukan dan perspektif orang atas karyanya. Karena dia ingin belajar dan berkembang. Dia juga menjelaskan ketika memilih nama tersebut, tidak ada niat darinya untuk menghina budaya suatu negara.

"Merek dagang dan produk saya dibuat dengan keterbukaan untuk umum dan keragaman pada intinya dan setelah pertimbangan serta pemikiran seksama, saya akan meluncurkan merek 'Solutionwear' saya dengan nama baru," tulis Kim di Twitter.

Kimono di Jepang berarti "sesuatu yang dipakai" dan merujuk kepada jubah panjang dengan selempang yang dipakai dalam acara resmi seperti pernikahan dan pemakaman. Penggunaan nama pakaian dalam oleh Kim dan pengajuan buat merek dagang mengganggu banyak orang.

"Kimono bukan pakaian dalam! Hentikan pendaftaran merek dagang! Jangan menggunakan kata Kimono kami!" demikian cuitan pengguna Twitter yang mengaku bernama Ruu tak lama setelah pengumuman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kim kardashian

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top