Bermain, Stimulasi Terbaik untuk Anak

Jangan sepele dengan kegiatan bermain pada anak-anak. Aktivitas ini sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak yang optimal.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  13:17 WIB
Bermain, Stimulasi Terbaik untuk Anak
Seorang anak sedang bermain di luar ruangan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Jangan sepele dengan kegiatan bermain pada anak-anak. Aktivitas ini sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak yang optimal.

Saat anak-anak bermain, kecakapan dan keterampilan terbentuk dan terasah. Pada setiap masa tumbuh kembangnya, permainan di dalam ruangan maupun di luar ruangan selalu menjadi stimulasi terbaik. Akan tetapi, agaknya bermain di luar ruangan memiliki peran yang lebih besar dari pada bermain di dalam ruang.

Bermain di luar ruang menciptakan interaksi baru bagi anak dengan benda-benda dan lingkungan baru yang tidak diterimanya ketika bermain di dalam ruangan seperti di rumah.

Salah satu manfaat bermain di luar ruangan adalah menstimulasi kemampuan motorik dan kognitif anak.

Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang Catharine M Sambo dari RS Pondok Indah-Pondok Indah Jakarta mengatakan bahwa orangtua sebaiknya jangan terlalu protektif sehingga tidak mengizinkan anak bermain di luar.

Hal ini justru dapat menghambat tumbuh kembang anak. Betul memang jika anak lebih berisiko jika bermain di luar, tetapi jika orangtua bisa menciptakan tempat bermain yang aman dan nyaman di luar rumah, tentu ini tak menjadi masalah.

Peran bermain sebagai penstimulasi terbilang sangat besar. Hal ini terkait dengan banyaknya hal-hal baru yang dapat dipelajari anak melalui bermain, apalagi jika dia bermain di luar ruang.

Catharine mengatakan bahwa eksplorasi saat bermain di luar akan membuat anak banyak belajar sehingga memicu perkembangan kognitif, motorik, dan afektif si anak.

Menurutnya ada jenis kecerdasan atau kecakapan yang hanya dapat dimiliki anak jika dia sering dibiarkan mengeksplorasi benda-benda yang ditemuinya saat bermain di luar.

“Seperti kecerdasan spasial yakni kemampuan untuk mengenal arah dan bentuk dengan lebih baik, anak jadi lebih mengetahui tentang jalan dan arah rumahnya misalnya,” kata Catharine.

 Selain itu, berinteraksi dengan lebih banyak teman sepermainan dan lingkungan sekitar akan membantu anak meningkatkan pembendaharaan kata-kata dan bahasa.

“Benda-benda di dalam ruangan dengan benda di luar ruangan pasti sangat berbeda, sekalipun bermain di dalam ruangan juga penting, bermain di luar ruang juga lebih penting,” ujar Catharine lagi.

Pastikan Aman

Soedjatmiko, pakar tumbuh kembang anak, mengatakan bahwa anak yang sehat secara fisik perlu distimulasi otaknya melalui ragam permainan. Agar orangtua lebih yakin anak aman dan nyaman saat bermain, orang tua sebaiknya ikut serta terlibat dalam permainan anak-anak tersebut.

Dengan begitu, menurut dia, orang tua juga turut serta dapat memperhatikan pertumbuhan fisik dan tumbuh kembangnya.

“Orang tua dapat memilih permainan yang sesuai dengan minat anak, sekaligus juga mengobservasi minat dan bakatnya untuk diobservasi,”ujarnya.

Anak-anak akan timbul rasa ingin tahunya dan terbuka terhadap pengetahuan yang baru.

Bermain di luar ruang adalah salah satu cara untuk menciptakan karakter pemberani pada anak. Bermain di luar ruang juga memungkinkan anak mengenal berbagai makhluk hidup di alam semesta.

Agar anak tetap aman bermain di luar, Catharine memberikan beberapa syarat bagi orangtua. Menurutnya orang tua harus memperhatikan standar keamanan tempat bermain di luar ruang. 

Pertama, pastikan batas aman luar ruang yang bisa dijadikan anak tempat bermain. Perhatikan benda-benda apa yang terdapat di luar ruang itu yang mungkin berbahaya bagi anak saat bermain misalnya tanaman tertentu, binatang peliharaan, dan sebagainya.

Kedua, perhatikan usia anak ketika bermain di luar ruang. Izinkan anak untuk mengeksplorasi lingkungan luar sesuai usianya, misalnya ukuran alat permainan harus sesuai dengan ukuran badan dan kemampuan fisik. Perhatikan misalnya ada bagian-bagian yang berkarat, pecah, atau rusak pada tempat bermain anak.

Ketiga, ketika anak bermain dengan peralatan bermain yang memerlukan perlindungan, pastikan semua tersedia dan dipakai dengan benar. Kegiatan bermain dengan sepeda dan sepatu roda misalnya, berikanlah anak helm pelindung.

Pakaian anak juga penting diperhatikan, saat bermain di cuaca yang panas berikan pakaian yang longgar dan nyaman. Sebaliknya, saat dingin dia diberikan jaket pelindung.

“Perhatikan dengan baik suasana dan lingkungan bermain, apakah ada risiko anak terjerat, terjatuh dari ketinggian, kedinginan, kepanasan, tenggelam, dan cedera,” kata Catharine lagi.

Berikan penjelasan dan pelatihan bagi anak untuk selalu berpegangan dengan erat ketika bermain. Hal ini penting untuk menghindari risiko jatuh saat bermain.

“Agar lebih aman sebaiknya orang tua bermain bersama anak, sehingga bisa langsung mengawasi anak sekaligus membangun ikatan dengan anak,” ujar Catharine.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anak, tumbuh kembang anak, Bermain, Dokter Spesialis

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top