Cara Mencegah Infeksi Kuman Pascahubungan Intim

Selain menggunakan kondom, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga higienitas setelah berhubungan intima tau seksual agar terhindar dari infeksi.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  13:00 WIB
Cara Mencegah Infeksi Kuman Pascahubungan Intim
Pasangan suami-istri - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Selain menggunakan kondom, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga higienitas setelah berhubungan intim atau seksual agar terhindar dari infeksi.  

Dikutip dari guardian.com, bagi wanita yang aktif berhubungan seksual, mengosongkan kandung kemih atau saluran kencing dalam waktu 15 menit setelah berhubungan intim penting untuk dilakukan. 

Dengan mengosongkan kandung kemih, kecil kemungkinan akan mengidap infeksi saluran kencing setelah berhubungan seksual.

Alasan mengapa wanita berisiko besar terkena infeksi saluran kencing setelah berhubungan seks adalah karena uretra (saluran kandung kemih) dan kandung kemih memiliki jarak yang sangat dekat, sehingga saat hubungan intim, bakteri bebas mengakses kandung kemih. 

Walaupun memakai komdom atau disunat, risiko terkena infeksi saluran kencing tetap ada karena penetrasi seks akan menganggu keseimbangan alami tubuh. Jadi, pastikan untuk ke toilet mengeluarkan urin setelah berhubungan seks.

Hal lain yang dilakukan untuk mencegah infeksi kuman adalah dengan membersihkan “Miss V” dengan sabun.

Pembersihan dengan sabun akan mengganggu keseimbangan alami dari bakteri yang berguna menjaga kesehatan tubuh. 

Membersihkan diri dengan menggunakan sabun hanya akan mengurangi jumlah lactobacillus, bakteri yang menghasilkan  asam, dan menekan pertumbuhan kuman yang tidak alami. Dengan begitu, risiko infeksi akan semakin tinggi.

Jika hanya memiliki perasaan kurang bersih setelah melakukan aktivitas seksual, maka pembersihan dengan air saja dianggap sudah cukup. Tidak perlu digosok, apalagi menggunakan sabun khusus.

 Membasmi bakteri menular setelah berhubungan intim dengan mandi sebenarnya adalah mitos belaka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seks, infeksi, kondom

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top