Menkes Resmikan Industri Bioteknologi Mikroalga Pertama di Indonesia

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meresmikan industri bioteknologi berbasis mikroalga pertama di Indonesia, PT Evergen Resources (PT ER) di Kendal, Jawa Tengah pada Kamis (25/7/2019)
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 28 Juli 2019  |  09:50 WIB
Menkes Resmikan Industri Bioteknologi Mikroalga Pertama di Indonesia
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meresmikan industri bioteknologi berbasis mikroalga pertama di Indonesia, PT Evergen Resources (PT ER) di Kendal, Jawa Tengah pada Kamis (25/7/2019).

PT. ER merupakan perusahaan berbasis bioteknologi yang mengembangkan budidaya mikroalga dengan produk pertamanya adalah bahan aktif antioksidan Astaxanthin.

Produk ini akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor ke berbagai negara.

Dalam sambutannya mengutip dari siaran pers yang diterima Bisnis.com pada Minggu (28/7/2019), Menkes Nila menegaskan investasi industri farmasi terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Industri farmasi di Indonesia terus berkembang dan menjadi bidang usaha yang menarik," tegas Menkes.

Beberapa tahun terakhir ini, terdapat beberapa industri farmasi luar negeri, seperti Belanda, Jerman, Korea Selatan, dan India yang bermitra dengan industri farmasi nasional untuk memproduksi bahan baku maupun produk obat.

Dalam rangka mendorong pengembangan industri bahan baku sediaan farmasi di Indonesia dan sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Permenkes No. 17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. 

Peraturan ini merupakan acuan bagi pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan industri khususnya industri bahan baku sediaan farmasi untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku sediaan farmasi.

Menkes percaya PT Evergen Resources dapat memenuhi kebutuhan bahan baku natural astaxanthin bagi industri farmasi, industri kosmetika, dan industri makanan yang saat ini kebutuhan astaxanthin masih dipenuhi melalui impor dari Jepang, China dan India.

Menkes berharap ke depannya PT Evergen Resources dapat terus berinovasi untuk menghasilkan bahan baku lain yang dapat digunakan untuk produk kesehatan dengan tetap memperhatikan pemenuhan standar mutu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
farmasi, bioteknologi

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top