Kisah Produsen Kosmetik, Dari Rumahan Hingga Pasar Internasional

Pada awalnya, Livienne Russellia hanya mendirikan pabrik kosmetik skala rumahan atau home industry. Dia membangun bisnis di bidang kosmetik karena pasar Indonesia sangat terbuka lebar. Kini, seiring waktu berjalan, pabrik rumahan itu skalanya semakin besar.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  16:48 WIB
Kisah Produsen Kosmetik, Dari Rumahan Hingga Pasar Internasional
DirekturPT Cakra Daya MakmurLivienne Russellia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Pada awalnya, Livienne Russellia hanya mendirikan pabrik kosmetik skala rumahan atau home industry. Dia membangun bisnis di bidang kosmetik karena pasar Indonesia sangat terbuka lebar. Kini, seiring waktu berjalan, pabrik rumahan itu skalanya semakin besar.

Di tangan Livienne, PT Cakra Daya Makmur berdiri sebagai perusahaan kosmetik lokal yang terus berkembang. Perusahaan ini secara konsisten mengembangkan produk kecantikan, produk perawatan kulit, produk perawatan tubuh dan produk perawatan rambut seperti sabun, bodylotion, lulur, masker wajah, shampoo, conditioner, masker rambut dan lain-lain.

Produknya tidak hanya dijual di dalam negeri, beberapa produk kosmetik telah dijual ke luar negeri

Salah satu produk kosmetik keluaran PT Cakra Daya Makmur adalah Martinez. Line kosmetik Martinez diluncurkan pada akhir 2017 dengan membidik pangsa pasar perempuan urban berusia 25-34 tahun dengan socio economy status menengah antara C+ dan B.

“Tentunya kami juga menyasar mereka yang menyukai hal-hal seputar beauty, khususnya mekap,” ujar Livienne yang menjabat sebagai direktur ini.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Martinez melakukan kampanye dengan tagline #thecelebritymakeup untuk menggambarkan mekap selebritas yang selalu menjadi pusat perhatian.

“Bagaimana seorang selebritas itu bisa selalu tampil cantik dan menarik tentunya berkaitan dengan mekap yang dipakai,” ujarnya. Selain target market pengguna mekap, Martinez juga ditujukan untuk para perias atau make up artist profesional.

Menurutnya, kosmetik Martinez memiliki kualitas tinggi sesuai standar nasional dan internasional yakni GMP/CPKB dari BPOM, HALAL dari LP MUI dan ISO 22716 dari SGS-Perancis.

“Kami berusaha memberikan nilai tambah pada produk di mana Martinez bukan mekap biasa yang mempercantik tata rias, Martinez juga menutrisi kulit dengan kandungan omega 3, omega 6, dan omega 9,” tambahnya.

Martinez juga unggul dalam kandungan vitamin B3 untuk mencerahkan dan natural plant oil/extract untuk memberikan kelembaban.

Sejauh ini, Martinez kosmetik didistribusikan melalui gerai-gerai modern seperti Watsons, Guardian, Aeon, dan sebagainya. Perusahaan juga membuka konter-konter khusus di pusat perbelanjaan dan toko kosmetik terkemuka.

“Respons dari masyarakat cukup baik sehingga mendorong kami untuk mengembangkan versi skin care-nya dengan merek Martinez Beautedan juga produk parfum dengan merk Martinez Paris,” kata Livienne lagi.

Livienne menilai bahwa Indonesia memiliki potensi bisnis yang besar untuk produk kecantikan. Dengan jumlah penduduk sebanyak 267 juta jiwa yang setengahnya adalah perempuan, membuka kesempatan perkembangan bisnis kosmetik yang menyasar kaum perempuan.

“Secara internasional juga market kosmetik Indonesia sudah diperhitungkan, sehingga menjadichallenge bagi kami sebagai pemain lokal untuk terus meningkatkan penetrasi dalam negeri agar dapat bersaing di pasar global,” ujarnya.

Tren kosmetik, menurut dia, sangat cepat berubah karena pengaruh media sosial di era digital. Itulah sebabnya Martinez selalu aktif melakukan kerja sama dengan beauty influencer, selebritas, dan dan make up artist.

“Investasi untuk kosmetik perlu waktu, saat ini kami masih terus melakukan investasi untuk pengembangan produk dan pengembangan merek. Harapannya Martinez akan menjadi salah satu merk kosmetik ternama dan diperhitungkan di Indonesia,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kosmetik

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top