Tasya Kamila Resah Gara-gara Warganet Komentari Fisik Anaknya

Tasya Kamila terlihat geram saat membahas komentar warganet yang mempermasalahkan tampilan fisik anaknya, Arrasya Wardhana melalui media sosial Instagram.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  11:19 WIB
Tasya Kamila Resah Gara-gara Warganet Komentari Fisik Anaknya
Tasya Kamila saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Rabu (31/7/2019).JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA – Tasya Kamila terlihat geram saat membahas komentar warganet yang mempermasalahkan tampilan fisik anaknya, Arrasya Wardhana melalui media sosial Instagram.

“Iya ya, sangat disayangkan ya, mulut-mulut netizen dan jari-jari netizen kadang suka kelewat batas gitu ya. Masa bayi aja dijulidin gitu,” katanya saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Rabu (31/7/2019).

Tasya menyadari salah satu risiko sebagai public figure yang memiliki media sosial adalah menerima berbagai macam komentar dari warganet. Namun, ia menyesalkan kurangnya dukungan yang ia terima dari warganet sebagai ibu muda yang belum berpengalaman.

“Ibu-ibu itu sangat butuh support dari semua orang, karena ngurus bayi itu juga ngga mudah dan ibu banyak kekhawatiran. Jadi jangan ditambah dengan komentar-komentar negatif yang nggak perlu,” harapnya.

Tasya berusaha mengedukasi warganet untuk lebih bijak menggunakan media sosial karena hal tersebut bisa saja berdampak pada kesehatan mental seseorang.

“Aku juga kesal, tapi ya saat itu saja, tak sampai terpuruk. Coba bayangin, orang di luar saya mungkin nggak ada support system yang baik kan kasian banget,” katanya.

Meskipun UU ITE mengenai body shamming sudah berlaku, mantan penyanyi cilik tersebut mengungkap dirinya tidak akan menempuh jalur hukum untuk komentar pedas yang dilontarkan warganet pada anaknya.

“Aku cuma kasih awareness saja dengan posting 'kenapa sih kok body shamming bayi' gitu. Mungkin supaya yang pernah melakukannya bisa instrospeksi diri, mungkin intensinya enggak sengaja atau keceplosan, ya atau apa ya istilahnya cuek atau nggak empati gitu. Tapi, siapa tahu dari aku posting jangan body shamming bayi, orang jadi ingat kalau kita tuh sesama manusia harus saling baik,” pungkasnya.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
media sosial, Warganet

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top