Serial “The Lord of the Rings” dari Amazon Tidak Pakai Plot Naskah Asli

Seorang pegawai yang bekerja pada proyek adaptasi di layanan Amazon untuk serial The Lord of the Rings mengatakan bahwa raksasa layanan ritel dan streaming tersebut mendapat penolakan izin untuk menggunakan sebagian besar plot cerita dari buku aslinya.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 11 Agustus 2019  |  12:33 WIB
Serial “The Lord of the Rings” dari Amazon Tidak Pakai Plot Naskah Asli
Aktor Christopher Lee berperan sebagai Penyihir putih Saruman di film The Lord of The Rings/lotrwikiacom - yus

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang pegawai yang bekerja pada proyek adaptasi di layanan Amazon untuk serial The Lord of the Rings mengatakan bahwa raksasa layanan ritel dan streaming tersebut mendapat penolakan izin untuk menggunakan sebagian besar plot cerita dari buku aslinya.

Pada November 2017, Amazon mengalahkan Netflix untuk mendapatkan kesepakatan dengan Tolkien, HarperCollins, dan Warner Bros untuk memperoleh hak atas kisah fantasi tersebut. Dilaporkan bahwa Amazon menyiapkan dana sekitar US$1 miliar untuk proyek adaptasinya itu.

Akan tetapi, seperti dikutip dari  The Guardian, Minggu (11/8/2019) Tom Shippey yang merupakan cendikiawan akademis untuk karya J.R.R Tolkien mengatakan bahwa waralaba telah menolak untuk mengizinkan serial tersebut menggunakan cerita asli kecuali pada fase Second Age of Middle-Earth (Zaman Kedua di Dunia Tengah)

Artinya, adaptasi Amazon atas seri The Lord of the Rings tidak akan melewati cerita pada Zama Ketiga, yang bisa dibilang merupakan puncak drama dalam triloginya dengan menyabet berbagai penghargaan Oscar.

Sementara itu, Zaman Kedua dimulai setelah pembuangan penguasa gelap Morgoth dan berakhir dengan kematian Sauron, yang merupakan salah satu tokoh penjahat utama di dalam serial fantasi tersebut.

Shippey mengatakan bahwa Amazon memiliki kesempatan yang relatif bebas untuk menambahkan beberapa rincian cerita pada zaman tersebut. Pasalnya, Tolkien tidak menyempurnakan setiap detail dalam lampirannya.

Kendati begitu, dia juga mengingatkan bahwa Amazon juga perlu melangkah dengan hati-hati, “Harus ditegaskan bahwa bentuk utama Zaman kedua tidak diubah. Perjalanan sejarahnya harus tetap sama,” katanya.

“Tetapi mereka [Amazon] bisa menambahkan karakter baru atau mengajukan alternatif cerita baru tentang karakter yang sudah ada. Secara teoritis, Amazon dapat melakukannya tetapi sekali lagu tidak boleh bertentangan dengan cerita utama Tolkien,” imbuhnya.

Seri The Lord of the Rings milik Amazon diperkirakan mulai  berproduksi pada 2020 mendatang. Sejauhi ini belum ada informasi mengenai tanggal perilisan, tetapi Shippey mengungkapkan bahwa serial tersebut akan memiliki 22 episode.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
The Lord of The Rings

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top