Waspada, Remaja Pengguna Vaping Cenderung Beralih Menggunakan Ganja

Remaja yang terbiasa mengisap rokok elektronik atau vaping lebih dari tiga lebih mungkin beralih mengisap ganja ketimbang mereka yang tidak pernah menggunakan vaping. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan di Sainte-Justine University Hospital di University of Montreal Kanada.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  19:36 WIB
Waspada, Remaja Pengguna Vaping Cenderung Beralih Menggunakan Ganja
Ilustrasi rokok vape elektronik. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Remaja yang terbiasa mengisap rokok elektronik atau vaping lebih dari tiga lebih mungkin beralih mengisap ganja ketimbang mereka yang tidak pernah menggunakan vaping. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan di Sainte-Justine University Hospital di University of Montreal Kanada.

Para peneliti melakukan pemeriksaan terhadap 21 penelitian yang diterbitkan sebelumnya yang diikuti oleh 128.000 orang peserta penelitian berusia 10—24 tahun. Secara keseluruhan, remaja yang menggunakan rokok elektronik ternyata 3,5 kali lebih rentan menggunakan ganja.

Pada remaja berusia 12—17 tahun, pengguna vaping ternya 4,3 kali lebih mungkin menggunakan ganja. Sementara pada dewasa muda berusia 18—24 tahun hanya memiliki 2,3 kemungkinan lebih besar untuk menggunakan ganja.

"Rokok elektronik sering dianggap jinak atau tidak berbahaya oleh remaja dan keluarga mereka," kata Nicholas Chadi, penulis utama studi ini sekaligus asisten profesor pediatri di Sainte-Justine University Hospital di University of Montreal Kanada. Banyak remaja yang merasa aman ketika mencoba vaping, seolah rokok elektronik tidak lebih bahaya dari rokok biasa.

Melalui penelitian ini, para peneliti berharap bahwa masyarakat makin sadar bahwa vaping atau rokok elektronik juga mengandung nikotin yang berbahaya, sama seperti zat lain seperti alkohol dan tembakau. Bahkan lebih besar lagi, penggunaan rokok elektronik ini terkait dengan peningkatan penggunaan ganja.  

Remaja yang masih melewati masa perkembangan otak tentu lebih rentan apabila kecanduan nikotin, alkohol, ganja, dan obat-obatan lainnya. Pada masa itu, otak masih dalam pengembangan dan belum matang. Paparan nikotin dapat menyebabkan perubahan dalam sistem saraf pusat yang membuat remaja dan dewasa muda lebih mudah tergantung atau candu, baik pada rokok maupun ganja dan narkoba.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ganja

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top