Perencanaan Pola Makan yang Tepat Cegah Penyakit Tak Menular

Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Profesor Delmi Sulastri mengemukakan perencanaan pola makan yang tepat dapat mencegah peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  11:40 WIB
Perencanaan Pola Makan yang Tepat Cegah Penyakit Tak Menular
Pindang ikan Palembang, salah satu kuliner Palembang yang terkenal selain pempek. - Bisnis/Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Bisnis.com, JAKARTA  - Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Profesor Delmi Sulastri mengemukakan perencanaan pola makan yang tepat dapat mencegah peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia.

"Penyakit tidak menular menjadi penyebab utama kematian global saat ini dan hasil riset kesehatan dasar 2018 menunjukan terjadi kenaikan prevalensi dalam lima tahun terakhir," kata Delmi di Padang, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, perencanaan pola makan yang tepat merupakan salah satu hal penting demi menjaga tubuh tetap sehat, mencegah terserang penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, ginjal, diabetes melitus dan hipertensi.

"Pola makan yang baik adalah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh baik jumlah, porsi dan variasi, frekuensi serta faktor genetik seseorang," kata dia.

Deli memaparkan saat ini telah berkembang ilmu baru yang mengaitkan diet dengan gen DNA yang mengatur fungsi tubuh.

Ilmu itu disebut genomik nutrisional yang mempelajari respon gen terhadap makanan yang dimakan bertujuan mengetahui secara dini perubahan yang terjadi pada tubuh setelah makanan masuk.

Delmi mengatakan respon tubuh manusia terhadap makanan yang dikonsumsi tidak selalu sama karena adanya perbedaan bentuk fisik, gen dan metabolisme yang terjadi. Oleh sebab itu, konsumsi makanan yang didasarkan kebutuhan masing-masing dapat digunakan mencegah serta menyembuhkan berbagai penyakit kronis.

Delmi memberi contoh di Sumatera Barat masyarakat mempunyai pola makan khas yaitu tinggi lemak dengan rendah buah dan sayur.

Pola makan seperti ini diduga sebagai faktor lingkungan yang dapat mempercepat terjadi hipertensi dan dengan diet tinggi lemak dapat menekan sintesis nitrogren monoksida.

Lebih lanjut, Delmi menyampaikan diet tinggi lemak akan menyebabkan peningkatan asam lemak darah yang dapat menyebabkan hambatan terhadap ekspresi gen insulin.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gizi, penyakit tidak menular, pola makan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top