Kiehl's Kian Fokus pada Masalah Sampah Plastik

Di tahun 2019 ini, Kiehl’s mengukuhkan sebagai merek skincare yang telah hadir selama 10 tahun di Indonesia yang tersebar di 5 kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan Bali
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 September 2019  |  17:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Di tahun 2019 ini, Kiehl’s mengukuhkan sebagai merek skincare yang telah hadir selama 10 tahun di Indonesia yang tersebar di 5 kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Di tahun ini Kiehl’s Indonesia bersama komunitas Saya Pilih Bumi kembali dengan gerakan #10MenitUntukBumi yang berfokus pada permasalahan sampah, terutama sampah plastik sekali pakai.

Hal ini sejalan dengan inisiatif Kiehl’s yang menyediakan recycle box di seluruh store Kiehl’s. Pelanggan  dapat mengembalikan botol kosong Kiehl’s yang kemudian dapat didaur-ulang. Gerakan  #10MenitUntukBumi telah dilaksanakan sejak bulan Juli 2019 dan akan berakhir di akhir Agustus 2019.

“Kami mengajak semua pengunjung dan tentunya pengguna setia Kiehl’s untuk bersama-sama merayakan 10 tahun perjalanan Kiehl’s di Indonesia. Anda akan mengenal lebih jauh mengenai brand  Kiehl’s melalui berbagai macam animasi yang dapat dirasakan oleh semua pengunjung secara gratis ,” 
jelas Venny Septianita, Brand General Manager Kiehl’s Indonesia.

Sepanjang 10 tahun kiprahnya di Indonesia, Kiehl's telah memiliki 11 gerai dan 9 counter department store, dan membuka gerai terbesar di Asia-Pasifik yang berlokasi di Senayan City Mall.

Di tahun ini juga, pelanggan juga dapat merasakan konsultasi melalui layanan chat WhatsApp yang dijawab langsung oleh E-Kiehl’s Customer Representative. Tidak hanya pengalaman berbelanja di gerai Kiehl’s, konsumenjuga dapat melakukan pembelian secara online di www.kiehls.co.id.

Sejak kemunculannya, Kiehl’s dikenal sebagai produk yang mengkombinasikan ilmu pengetahunan dan bahan alami yang terlihat pada rangkaian produk Kiehl’s dan tetap terjaga sampai saat ini. Kandungan naturally derived yang dapat dirasakan di rangkaian Calendula yang menggunakan petal bunga Marigold, 
sedangkan rangkaian Dermatologist Solution™ yang merupakan rangkaian produk khusus yang diciptakan dari chemist Kiehl’s yang dapat menjawab permasalahan kulit wajah.

Komitmen Kiehl’s tidak terbatas pada produk yang berkualitas dan dapat dipercaya, namun juga untuk 
lingkungan yang berkelanjutan untuk bumi yang lebih baik dilakukan melalui Kiehl’s Made Better. Kiehl’s Made Better memiliki lima pilar utama seperti penggunaan bahan-bahan yang alami dan bermanfaat, penggunaan sumber daya yang berkelanjutan dan penjualan yang transparan, memaksimalkan 
penggunaan bahan pasca konsumsi, merancang pengemasan yang mengurangi pencemaran, lingkungan, dan mendukung komunitas untuk tujuan amal.

Sebagai salah satu brand besar yang tersebar di seluruh dunia, Kiehl’s percaya bahwa komitmen lebih tidak hanya untuk konsumen namun juga untuk masyarakat dan lingkungan. Hal ini telah dilakukan oleh Kiehl’s Indonesia sejak tahun 2014 dengan gerakan “Say No to Plastic” yang bekerja-sama dengan 
pemerintah untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia.

Selanjutnya di tahun 2015, Kiehl’s Indonesia  bekerja sama dengan UNESCO untuk memilihara candi Borobudur sebagai warisan budaya Indonesia. Di tahun 2017 sampai tahun 2018, kampanye #PelukUntukOrangUtan dilakukan sebagai usaha untuk  melindungi hutan di Kalimantan yang menjadi habitat Orang Utan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sampah Plastik

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top