Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisah Seru dan Menegangkan Youtuber Kevin Hendrawan Saat Masuk ke Suku Pedalaman

Saya sempat dihantui pikiran sendiri. Ini bawa kameran gimana ya, ada rombongan gini mereka welcome ngga ya. Tapi ternyata pas sampai di sana langsung disambut kepala adatnya. Lalu dengan bantuaan guide lokal mengenalkan maksud dan tujuan, akhirnya diterima dengan baik, mereka semua sangat ramah dan menganggap kita saudara, ujarnya.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 16 September 2019  |  15:33 WIB
Kisah Seru dan Menegangkan Youtuber Kevin Hendrawan Saat Masuk ke Suku Pedalaman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Youtuber dan konten creator Kevin Hendrawan mempersembahkan konten video web series bergenre travel documentary dengan judul Ekspedisi Segaris (Semangat Generasi Millenials).

Kevin yang juga menjadi Executive Producer ini, sengaja menghadirkan Ekspedisi Segaris dalam bentuk web series sebab tidak mungkin mendokumentasikan berbagai keragaman Indonesia hanya dalam satu kali penayangan.

Untuk melancarkan proses perijinan dan komunikasi dengan masyarakat setempat, Kevin dan tim yang menjelajahi 46 destinasi wisata di Indonesia selama 90 hari non stop ini juga menggandeng trip planner lokal.

Apalagi dalam perjalanannya, mereka menyusuri daerah pelosok dan suku-suku pedalaman. Misalnya saja ketika mengunjungi Suku Mentawai yang harus menaiki fast boat selama 5 jam dari Padang, kemudian dilanjutkan dengan naik kayak selama 10 jam. Bahkan pada saat perjalanan tersebut, kayak yang mereka tumpangi sempat terbalik hingga menyebabkan beberapa property rusak.

Lebih dari itu, Kevin juga sempat khawatir bahwa suku-suku pedalaman tersebut tidak suka dengan hadirnya rombongan yang membawa kamera. Sebab, karena jaraknya yang cukup jauh, mereka datang ke Mentawai secara langsung dan langsung izin mengambil gambar di lokasi.

“Saya sempat dihantui pikiran sendiri. Ini bawa kameran gimana ya, ada rombongan gini mereka welcome ngga ya. Tapi ternyata pas sampai di sana langsung disambut kepala adatnya. Lalu dengan bantuaan guide lokal mengenalkan maksud dan tujuan, akhirnya diterima dengan baik, mereka semua sangat ramah dan menganggap kita saudara,” ujarnya.

Bahkan saat hendak ke suku pedalaman Papua, pengalamannya lebih menakutkan lagi. Sebab, mereka melakukan syuting sekitar satu hingga dua minggu setelah kejadian kerusuhan sehingga banyak yang menyarankan untuk tidak pergi.

“Tapi kita malah ke sana dan masuk ke suku. Harus bisa belajar caranya beradaptasi dengan suku tersebut. Jujus pas syuting deg-degan terus, takut salah dan harus hati-hati banget. Tapi ternyata mereka semua baik-baik dan proses berjalan lancar. Dalam Ekspedisi Segaris ini kami menghadirkan perjalanan yang benar-benar natural tanpa drama sama sekali,” terangnya.

Selama tiga bulan perjalanan tanpa henti, Kevin benar-benar harus bisa menjaga kondisi dan stamina tubuh, bahkan ada proses syuting yang dilakukan 1 hari di 1 lokasi kemudian langsung berpindah ke lokasi lainnya.

Untuk melengkapi suara generasi milenial, Kevin mengajak rekan-rekannya sesama content creator mengarungi ekspedisi ini. Antara lain Atta Halilintar, Kery Astina, Brisia Jodie, Mak Beti atau Arif Muhammad, serta Ghea Indrawari.

 “Kolaborasi ini dilakukan karena ada lokasi yang memang bagus tetapi hanya dalam 30 detik saja sudah selesai, maka di situ harus ada konten maka diajaklah para bintang tamu ini sehingga secara keindahan alam dapat, hiburannya juga dapat sehingga orang bisa stay nonton dari awal sampai akhir ,” tuturnya.

Ghea Indrawari salah satu youtuber yang diajak bekerjasama dalam Ekspedisi Segaris ini mengaku sangat senang. Apalagi di dalam web series ini, dia diajak untuk menceritakan keragaman budaya dan kuliner yang ada di Singkawang, kota asalnya.

Salah satu kuliner otentik khas Singkawang yang diperkenalkan dalam web series ini adalah Choi Pan, makanan yang mirip seperti pangsit kukus dan dimakan dengan menggunakan sambal khas.

 “Jadi ke Singkawang ini sekalian mudik. Saya juga senang bisa mempromosikan daerah asal saya di Singkawang karena banyak orang yang traveling ke luar negeri, padahal mereka belum tahu bahwa di Indonesia masih banyak tempat dan makanan yang menarik,” ujarnya.

Tidak sia-sia perjuangan yang dilakukan Kevin dan tim dalam menunjukkan keindahana dan keberagaman Indonesia selama 90 hari non stop. Selain memberi inspirasi, serial web series ini juga mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia atas ‘Pelaksana Unggahan Web Series Serial Pertama Perjalanan Destinasi Wisata Sabang sampai Merauke Tanpa-Henti’.

Proses perjalanan dan produksi serial Ekspedisi Segaris ini mendapatkan dukungan penuh dari Fiber Crème, krimmer multifungsi.  

Director PT Lautan Natural Krimerindo Hendrik Gunawan mengatakan sebagai produk asli Indonesia, Fiber Crème ingin menjadi bagian dari inovasi bangsa, FiberCreme dari dan untuk Indonesia berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan menciptakan produk-produk dalam negeri yang inovatif dan bernilai jual tinggi.

“Ini adalah semangat yang kami lihat di Ekspedisi Segaris, bangga akan apa yang dimiliki bangsanya dan berkolaborasi untuk merawat kebanggaan ini menuju tujuan utama, kesatuan Indonesia,” tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

traveling
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top