Kisah Epik Susi Susanti di Layar Lebar

Daniel Mananta, produser Damn! I Love Indonesia Movies, sudah tertantang sejak lama untuk menggarap film biopik bertajuk Susi Susanti-Love All, yang dijadwalkan tayang pada 24 Oktober 2019.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 21 September 2019  |  13:12 WIB
Kisah Epik Susi Susanti di Layar Lebar
Film Susi Susanti-Love All. - Repro

Bisnis.com – Harus menunggu lebih dari 27 tahun untuk mengangkat kisah perjuangan pebulutangkis Susi Susanti ke layar lebar. Bukan saja kisah kemenangannya di Olimpiade Barcelona 1992, tetapi juga perjalanan hidupnya saat digembleng menjadi atlet yang mumpuni.

Daniel Mananta, produser Damn! I Love Indonesia Movies, sudah tertantang sejak lama untuk menggarap film biopik bertajuk Susi Susanti-Love All, yang dijadwalkan tayang pada 24 Oktober 2019.

Bagi Daniel, kisah Susi Susanti merupakan cerita yang sangat tepat untuk menggambarkan rasa cinta akan Indonesia. “Untuk menyebarkan rasa cinta Indonesia, siapa tahu orang-orang yang menonton film ini juga mempunyai cinta yang sama terhadap Indonesia,” ujarnya.

Hal ini juga yang membuat Daniel merasa perlu untuk memproduksi satu film biopik yang autentik, serta benar-benar mirip dengan kisah aslinya di masa lalu.

Daniel mengatakan setiap adegan dalam film dibuat sepersis mungkin dengan cerita aslinya.

Inilah yang membuat tim produksi harus melakukan persiapan yang sangat matang. Daniel dkk., melakukan riset mendalam dan diskusi langsung dengan Susi Susanti. “Susi Susanti dan keluarga juga sempat kaget saat melihat potongan adegan film sangat mirip dengan aslinya,” katanya.

Akan tetapi, dia menegaskan bahwa film ini tidak hanya menunjukkan berbagai perolehan kemenangan yang diraih Susi. Film akan secara jelas mengungkap perjuangan Susi sejak dia masih kecil dan tumbuh besar sebagai seorang pebulutangkis. Film ini bergenre drama sehingga kisah kasihnya dengan Alan Budikusuma juga menjadi poin penting dalam film.

“Sebenarnya banyak banget cerita-cerita yang keren harus kita buang supaya sesuai dengan jalan cerita dari suatu film, bukan suatu novel,” ucap pria yang juga aktif sebagai presenter ini.

Sutradara Sim F mengatakan bahwa proses produksi film sudah berlangsung sejak 2017, hampir 2 tahun. “Persiapan script development, lokasi, casting, latihan, dan syuting berlangsung selama 2 tahun itu,” ujarnya.

Sim mengatakan bahwa sebagai sutradara dia sendiri melakukan persiapan seperti riset mendalam untuk mengarahkan film yang diperankan oleh Laura Basuki (Susi Susanti) dan Dion Wiyoko (Alan Budikusuma) ini.

Selama mengarahkan film ini, Sim sebetulnya tidak mengalami banyak problem. Akan tetapi, dia mengaku untuk membangun suatu cerita dengan latar belakang waktu tahun 1980—1990-an memerlukan perjuangan ekstra.

“Akhirnya harus meng-create ulang latar belakang waktu dan tempat agar sesuai dengan kisah masa itu,” ujarnya.

Syuting film ini pun berlangsung di Tasikmalaya, Jakarta, dan Barcelona, Spanyol.

Sim mengatakan bahwa semua aktor dan aktris yang terlibat dalam film Susi Susanti-Love All adalah orang yang tepat untuk memerankan setiap karakter. “Laura sebagai Susi dan Dion sebagai Alan itu sudah klop dan pas banget,” katanya.

KOLABORASI

Sim melakukan pendekatan khusus yakni riset dan diskusi dengan Susi Susanti dan Alan Budikusuma agar dapat mengarahkan film dengan lebih baik. “Peran dan masukan Susi dan Alan juga sangat membantu sehingga kolaborasi tercipta dengan sangat baik,” ujarnya.

Hal ini juga yang membuat film ini hampir 100% sama dengan aslinya. Namun, bumbu-bumbu percintaan akan ditambahkan untuk membuat film menjadi lebih komersial.

Film badminton ini akan menampilkan kisah perjuangan Susi dari kecil di Tasikmalaya, kemudian perjalanannya saat latihan keras di Pelatnas PBSI. Kisahnya saat digembleng oleh pelatih Tong Sin Fu dan Liang Chu Shia bersama para atlet lainnya seperti Ardy B. Wiranata, Hermawan Santoso, dan Sarwendah juga akan masuk dalam adegan demi adegan film. Tak lupa pula, kisah cinta dengan Alan Budikusuma.

Tidak hanya itu, cerita Susi dalam berbagai pertandingan badminton akan mewarnai sebagai besar film ini.

Pertandingan-pertandingan krusial dalam kariernya termasuk kemenangannya meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992. Harapannya, kisah kerja keras dan nasionalisme dari cerita Susi Susanti akan menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia, khususnya anak muda.

Film ini diproduksi oleh Damn I Love Indonesia Movies bersama Oreima Films, East West Sinergy, dan Melon Indonesia, didukung penuh oleh Time Internasional Films.

Selain Laura Basuki dan Dion Wiyoko, film akan diperankan oleh Kelly Tandiono, Rafael Landry Tanubrata, Lukman Sardi, Farhan, dan lain-lain. Baru-baru ini Rossa dipercaya untuk menyanyikan lagu tema bagi film Susi Susanti-All Love dengan judul Karena Cinta yang Menemani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top