Rahardi Ramelan Ajak Lestarikan Warisan Budaya Batik Indonesia

Batik sebagai warisan budaya Indonesia kini mulai terabaikan oleh generasi muda. Padahal merawat dan melestari batik adalah cara untuk menjaga ciri khas budaya Indonesia.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 26 September 2019  |  21:05 WIB
Rahardi Ramelan Ajak Lestarikan Warisan Budaya Batik Indonesia
Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG) Jakarta menyelenggarakan Pesona Batik Wastra Nusantara. Tema yang diusung pada penyelenggaraan keempatnya ini adalah 'Eksotika Batik Madura'. Acara ini digelar di MKG pada 25 September - 6 Oktober 2019. - Bisnis / Geofanni Nerissa Arviana

Bisnis.com, JAKARTA - Batik sebagai warisan budaya Indonesia meski telah memasyarakat dinilai mulai terabaikan oleh generasi muda. Padahal, merawat dan melestari batik adalah salah satu cara untuk menjaga ciri khas budaya nasional.

Indonesia akan menyambut hari batik pada 2 Oktober. Perlu diketahui, batik Indonesia telah ditetapkan sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco). Atas dasar itu,  tanggal 2 Oktober pun ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Dewan Pakar Yayasan Batik Indonesia dan Identifikasi Geografis Rahardi Ramelan mengungkapkan, batik yang telah dikenal oleh dunia internasional tersebut harus dilestarikan dan tetap digemari oleh semua kalangan dan usia.

"Baiknya batik, tak hanya digemari oleh kalangan orang-orang dewasa, akan tetapi juga digemari oleh anak muda maupun generasi milenial," ungkapnya di Alun-Alun Indonesia Grand Indonesia, Kamis (26/9/2019).

Mantan Menteri Perindustrian itu menyayangkan, pemerintah daerah masih cenderung belum optimal dalam mempromosikan batik dari daerah masing-masing. Padahal, perbatikan di Indonesia sudah dikenal oleh masyrakat sejak zaman Majapahit kemudian berlanjut di kerajaan Mataram yakni Solo dan Yogyakarta.

Batik merupakan seni melukis di atas kain yang digambar dengan pola dan dengan cara pembuatan khusus yaitu dengan menuliskan atau menempelkan lilin (malam) di atas kain.

Batik Indonesia tidak saja dikenal oleh masyarakat, tetapi sudah dipopulerkan ke mancanegara melalui pameran batik Indonesia yang diadakan di istana sejak era Bung Karno, dengan mengundang tamu khusus istimewa antara lain Pangeran Akihito dan Ratu Michiko dari Jepang, Pangeran Norodom Sihanouk dan Putri Monique dari Kamboja.

Batik Indonesia juga telah diikutsertakan dalam New York World's Fair pada 1964. Selain itu, pada 1994 dalam acara sidang APEC, melalui desainer Iwan Tirta, 18 kepala negara pun mengenakan batik asal Indonesia.

Tren terkini, batik Indonesia juga kian populer sebagai dress code yang dipakai dalam acara yang diselenggarakan secara internasional. Di Indonesia, batik juga dipakai oleh tamu untuk menghadiri acara perkawinan kerabat. Dalam lingkungan anak sekolah, batik dipakai seragam sekolah an perkantoran pada Jumat di Indonesia.

Keberlangsungan batik diharapkan terus terjadi dan menjadi tren dari waktu ke waktu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batik

Editor : Pamuji Tri Nastiti
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top