Tazza: One Eyed Jack, Judi yang Mempertaruhkan Nyawa

Tema yang diangkat pada film ini masih sama dengan dua sekuel sebelumnya, yakni perjudian khususnya pada permainan kartu dengan aktor utama yakni Park Jung-min yang didapuk menjadi karakter Do Il-chool.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 September 2019  |  16:43 WIB
Tazza: One Eyed Jack, Judi yang Mempertaruhkan Nyawa
Foto teaser Tazza: One Eyed Jack / Dok. CBI Pictures

Bisnis.com, JAKARTA - Film asal Korea Selatan, Tazza: One Eyed Jack secara resmi tayang di Indonesia dan sudah dapat ditonton sejak Jumat (27/9/2019). 

Film ini merupakan sekuel ketiga dari dua film pendahulunya Tazza: The High Rollers dan Tazza: The Hidden Card yang rilis masing-masing pada tahun 2006 dan 2014. 
 
Tema yang diangkat pada film ini masih sama dengan dua sekuel sebelumnya, yakni perjudian khususnya pada permainan kartu dengan aktor utama yakni Park Jung-min yang didapuk menjadi Do Il-chool. 
 
Dalam ceritanya, Do Il-chool adalah pria yang berada di strata kelas sosial bawah. Demi mengubah kehidupannya, ibunya berharap ia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sembari belajar di salah satu institusi pendidikan non formal, ia pun iseng bermain kartu di rumah judi, dekat kawasan tempat tinggalnya. 
 

Park Jung-min dalam film Tazza: One Eyed Jack - Dok. CBI Pictures
 
Tak disangka ia memiliki bakat dalam bidang perjudian. Dengan lihainya ia membaca kebiasaan lawan dan memainkan kartu berdasarkan insting dan perhitungan peluang, sehingga akhirnya ia mendapatkan keuntungan berupa materi dari kegiatan terlarang tersebut. 
 
Masalahnya datang ketika Do Il-chool mencoba melawan seorang penjudi ulung setelah mengetahui orang tersebut bertindak kasar pada seorang gadis. Karena emosinya ini, ia bertaruh uang hingga nyawanya sendiri di meja judi. 
 
Masalah tak lantas berakhir, Do Il-chool juga bertemu dengan seorang tazza (pemain judi ulung) yang dijuluki One Eyed Jack yang dilerankan oleh Ryu Seung-bum.
 
Tazza: One Eyed Jack tidak bisa dibilang sebagai film yang sederhana, karena selain taktik berjudi, ceritanya juga sarat dengan dunia gelap perjudian di Korea Selatan. Sehingga banyak adegan kekerasan, darah hingga potongan tubuh yang tertangkap kamera. 
 
Apalagi jika Anda kurang begitu lihai bermain kartu, film ini mungkin akan membuat Anda kebingungan karena strategi kartu yang dipakai Il-chool saat berada di meja judi terasa begitu cepat berlalu, sehingga Anda tidak diberi waktu untuk berpikir. 
 
Film ini juga diberi penilaian 21+, yang artinya hanya cocok ditonton oleh mereka diatas usia 21 tahun karena selain adegan kekerasan, film ini juga beberapa kali menampilkan adegan seksual.
 
Sslebihnya, film ini sangat menghibur apalagi ada beberapa potongan adegan komedi yang dibawakan oleh aktor Lee Kwang-soo. 
 
Berdurasi 138 menit, film yang sudah tayang hingga hari ke-18 di Korea Selatan ini sudah meraup angka 2,2 juta penonton dan berada di urutan ke-7 film box office Korea. 
 
Sayangnya film ini hanya mendapatkan rating bintang 7/10 melalui situs Naver. Banyak yang menilai ceritanya sudah mampu diprediksi dan akting beberapa pemainnya juga dianggap terlalu dipaksakan. 
 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top