Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Orangtua Perokok Cenderung Punya Anak Stunting

Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan Theresia Sandra Diah Ratih menyebut kebiasaan merokok merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular yang berpotensi mematikan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  12:37 WIB
Orangtua Perokok Cenderung Punya Anak Stunting
Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan Theresia Sandra Diah Ratih di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (14/10/2019). JIBI/Bisnis - Ria Theresia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan Theresia Sandra Diah Ratih menyebut kebiasaan merokok merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular yang berpotensi mematikan. 

Ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (14/10/2019), Theresia Sandra menyebut rokok merupakan penyebab enam penyakit mematikan seperti jantung iskemik, stroke, hipertensi, tuberkolosis, diabetes dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). 

"Bukan hanya laki-laki saja, tren ibu-ibu sosialita merokok dan terus meningkat. Hal ini yang harus diwaspadai," ujarnya. 

Hasil penelitian dari Lembaga Demografi Universitas Indonesia pada tahun 2017 yang menerangkan fakta bahwa orangtua perokok risiko malnutrisi akut dan kronik pada anaknya. 

"Anak-anak yang stunting sebagian besar karena orangtuanya perokok dan miskin. Penelitian menyebut saat krisis moneter beberapa tahun silam, biaya makanan seperti beras menurun tapi rokok tetap. Jadi orangtua mengorbankan biaya makannya untuk rokok," jelas Theresia. 

Dalam Indeks Pembangunan Masyarakat  (IPM) 2018,  rata-rata 1/3 orang pengidap penyakit tidak menular yang kebanyakan disebabkan oleh rokok tahu kalau dirinya mengidap penyakit mematikan. 

"Kebijakan pemerintah adalah dengan mengeluarkan Inpres No. 1 tahun 2017 Germas Sehat dengan fokus meningkatkan aktivitas fisik, perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, pencegahan dan deteksi dini penyakit, deteksi dini standar minimal penyakit tifak menular. Dan pengadaan lokasi kawasan tanpa rokok," tutupnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stunting malnutrisi merokok
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top