Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PTSD Tingkatkan Risiko Stroke Usia Dini

Orang dewasa yang mengalami post traumatic stress disorder (PTSD), ternyata berisiko mengalami stroke pada usia setengah baya.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  19:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Orang dewasa yang mengalami post traumatic stress disorder (PTSD), ternyata berisiko mengalami stroke pada usia setengah baya.

Hal ini disampaikan dalam penelitian dari Amerika Serikat yang meneliti sejumlah veteran.
Para peneliti mengikuti satu juta veteran muda dan setengah baya dari konflik di Irak dan Afghanistan selama lebih dari satu dekade sejak mereka berusia 30 tahun.

Para veteran yang diteliti tidak memiliki riwayat strok dan 29% di antaranya didiagnosis PTSD. Selama penelitian, 766 orang mengalami serangan iskemik sementara atau stroke ringan dan 1.877 orang lainnya mengalami stroke.

Penelitian ini mengungkap bahwa veteran yang mengalami PTSD ternyata 61% lebih mungkin mengalami strok ringan dan 36% lebih mungkin untuk mengalami strok.

"Hal ini sangat memprihatinkan karena ternyata dampak peristiwa masa lalu dapat menghancurkan pada pasien muda dan keluarga mereka, banyak dari mereka berjuang untuk mengatasi kecacatan jangka panjang, depresi, dan kerugian ekonomi," kata pemimpin studi Lindsey Rosman dari University of North Carolina School of Medicine di Chapel Hill.

Dia mengatakan bahwa PTSD adalah kondisi psikologis yang bisa diobati sehingga risiko strok karena PTSD sebenarnya bisa dicegah. Rosman mengatakan bahwa selama ini PTSD telah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung dan strok pada orang dewasa yang lebih tua.

“Akan tetapi ini adalah studi pertama yang menunjukkan hubungan antara PTSD dan risiko strok orang dewasa muda dan setengah baya,” ujarnya.

Sebagian besar veteran dalam penelitian ini adalah pria, dan mayoritas berkulit putih. Hal ini menunjukkan bahwa dda hubungan yang lebih kuat antara PTSD dan strok pada pria dibandingkan dengan perempuan..

Bahkan setelah memperhitungkan perilaku yang dapat meningkatkan risiko stroke, seperti merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan penyalahgunaan obat, para peneliti masih menemukan peningkatan risiko stroke yang terkait dengan PTSD.

Walaupun penelitian ini berfokus pada PTSD di antara para veteran militer, ada kemungkinan bahwa orang-orang dengan PTSD dari pengalaman lain seperti bencana alam, kekerasan, atau serangan seksual juga mungkin memiliki risiko yang sama.  

"Kami tidak sepenuhnya memahami bagaimana PTSD pada orang dewasa muda meningkatkan risiko terkena strokr pada usia dini, tetapi secara biologis memungkinkan," kata Rosman.

Misalnya, stres psikologis yang terlalu lama dapat menyebabkan peradangan kronis yang pada akhirnya berkontribusi pada stroke. Stres juga dikaitkan dengan perilaku gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan yang buruk, dan sebagainya yang dapat meningkatkan risiko stroke dini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stroke
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top