Platform Streaming Tidak Pengaruhi Kehadiran Penonton Film di Bioskop

Layanan streaming video terus menggenjot produksi film orisinal untuk platform mereka masing-masing. Kendati begitu, sebuah penelitian menyatakan bahwa hal tersebut tidak menjadikan penikmat film berhenti pergi ke bioskop.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 08 November 2019  |  18:30 WIB
Platform Streaming Tidak Pengaruhi Kehadiran Penonton Film di Bioskop
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Layanan streaming video terus menggenjot produksi film orisinal untuk platform mereka masing-masing. Kendati begitu, sebuah penelitian menyatakan bahwa hal tersebut tidak menjadikan penikmat film enggan pergi ke bioskop.

Perusahaan riset hiburan dan media, Screen Engine/ASI Global Entertainment Tech Tracker (GETT), dalam laporannya menyebut konsumen yang menonton layanan streaming juga tetap pergi menonton film di layar lebar.

Konsumen Amerika Serikat yang menonton 13 atau lebih film berlisensi pada layanan streaming video dalam 1 tahun terakhir melaporkan bahwa mereka juga menonton sekitar 6 film di bioskop dalam waktu yang sama.

Konsumen yang menonton film orisinal layanan streaming kurang dari 13 juga menonton sekitar 5 film di layar lebar. Selanjutnya, mereka yang tidak berlangganan layanan video rata-rata menonton 5 film.

Hal ini menunjukkan layanan video daring itu tidak mengalihkan para pemirsanya untuk tetap pergi menikmati film-film di teater layar lebar.

Laporan ini juga menyatakan bahwa streaming tidak sepenuhnya menggerogoti penjualan tiket box office. 52 persen responden yang disurvei menyatakan sebagian besar film yang dilihatnya adalah melalui sarana bioskop.  

Hasil laporan serupa juga sebelumnya pernah dipublikasikan oleh The National Association of Theatre Owners pada Desember 2018 melalui studi EY, yang menemukan bahwa ada korelasi positif antara penggunaan layanan streaming dan peningkatan orang menonton ke bioskop.

Studi itu menunjukkan layanan streaming video dapat memainkan peran pelengkap bagi penonton yang tidak bisa datang tepat waktu ke pemutaran bioskop. Sementara, dalam perkembangannya platform-platform tersebut mulai memproduksi film mereka sendiri.

Data dari Ampere Analysis mengungkapkan pada September 2019, layanan Prime Video memiliki sekitar 14.000 film, layanan Netflix memiliki 3.912 judul, dan Hulu mempunyai 1.299 judul film di dalam platform. Prime Video milik Amazon unggul dalam jumlah keseluruhan konten.

Sementara, jumlah produksi film orisinal masing-masing platform adalah 394 judul di Netflix, 12 film orisinal di Prime Video, dan 15 judul film asli di platform Hulu. Netflix menjadi perusahaan layanan streaming paling gencar memproduksi konten-konten asli.

Dalam waktu dekat, beberapa layanan lain akan hadir meramaikan industri video daring seperti Disney+, HBO Max, Apple TV Plus, dan NBCUniversal.

Tampaknya, persaingan yang ketat tidak hanya berada dalam lingkup para pemain layanan streaming video, tetapi juga bersinggungan dengan industri film konvensional di bioskop. Secara umum, industri hiburan global saat ini semakin padat dengan berbagai konten dan platform.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top