Pengadaan Vaksin Pneumonia Jadi Prioritas Pemerintah

Kementerian Kesehatan menargetkan pengadaan vaksin pneumonia secara menyeluruh akan menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 12 November 2019  |  21:06 WIB
Pengadaan Vaksin Pneumonia Jadi Prioritas Pemerintah
Pneumonia - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menargetkan pengadaan vaksin pneumonia secara menyeluruh akan menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Kementerian Kesehatan Sadiah mengatakan sejumlah opsi pengadaan vaksin  pneumococcal conjugate vaccine (PCV) penting untuk melindungi bayi dari penyakit pneumonia atau radang paru-paru.

Pasalnya, menurut data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,1 juta kematian tiap tahun akibat pneumonia. Namun demikian, hingga saat ini pemberian vaksin PCV secara gratis dalam paket vaksin dasar baru diberlakukan di Nusa Tenggara Barat dan Bangka Belitung.

“Kalau berdasarkan hitungan harga normal vaksin PCV ini sangat mahal sehingga butuh anggaran yang besar juga. Maka dari itu kami sedang menjajaki sejumlah opsi pengadaan vaksin ini, termasuk pembelian melalui United Nations Children's Fund (Unicef),” katanya, di sela Forum Group Discussion (FGD) Urgensi Optimalisasi Pengadaan Vaksin Baru Terkait Efisiensi Anggaran, Selasa (12/11.2019).

Menurutnya, pemerintah juga akan meninjau kembali efektivitas pemberian vaksin PCV di NTB dan Bangka Belitung. Hal itu dibutuhkan Kemenkes untuk memperluas jangkauan pemberian vaksin tersebut di seluruh Indonesia.

“Kami juga sedang mengkaji pengadaan vaksin PCV dengan kemasan multiple doze. Sebab dari segi harga lebih murah dibandingkan dengan single doze, meskipun konsekuensinya harus ada perubahan skema pelaksanaan vaksinasi di masyarakat,” katanya.

Menurutnya, apabila pemerintah melakukan pengadaan vaksin PCV dengan kemasan multiple doze, maka konsekuensinya proses vaksinasi harus dilakukan secara massal dalam satu kesempatan. Pasalnya, vaksin dengan kemasan multiple doze berisi empat dosis vaksin.

“Jadi mau tidak mau, vaksinasi harus dilakukan minimal oleh empat bayi dalam satu kesempatan. Jadi kami harus memastikan di satu daerah vaksin yang kita beli cukup untuk semua bayi yang ada, dan jangan sampai bersisa banyak karena harganya yang tergolong mahal. Ini menjadi tantangan bagi kami,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
vaksin, pneumonia

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top