Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak Usia 2 Tahun Sukses Jalani Bedah Penyakit Langka Kista Mesenterium

Kista Mesenterium pada anak hanya terjadi 1 kasus dari 20.000 pasien anak OMNI Hospitals Alam Sutera berhasil melakukan bedah pengangkatan kista kepada pasien anak berusia 2 tahun dengan diagnosis kista pada mesenterium (organ yang menghubungkan usus dengan dinding perut bagian dalam) pada 1 November 2019.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 November 2019  |  11:25 WIB
dr. Yohanes Arif Eko Nuryanto, Sp.BA, dokter Spesialis Bedah Anak OMNI Hospitals Alam Sutera
dr. Yohanes Arif Eko Nuryanto, Sp.BA, dokter Spesialis Bedah Anak OMNI Hospitals Alam Sutera

Bisnis.com, JAKARTA -  Kista Mesenterium pada anak merupakan penyakit langka dan hanya terjadi 1 kasus dari 20.000 pasien anak. Sedangkan pada usia dewasa hanya terjadi pada 1 dari 100.000 – 250.000 pasien.

Kista Mesenterium adalah jenis tumor jinak yang pada umumnya tidak memberikan gejala yang khas.  Keluhan yang biasa dialami pasien adalah nyeri perut, mual dan muntah, konstipasi, dan diare.

Karena tidak bergejala, tidak jarang kista mesenterium ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan, seperti USG perut atau saat laparatomi (operasi bedah perut).

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kista pada mesenterium. Penanganan yang dapat dilakukan untuk kista mesentrerium adalah dengan cara melakukan tindakan operasi untuk mengangkat kista tersebut.

“Penyakit ini sulit didiagnosis karena jarang sekali terjadi, selain itu tidak mempunyai gejala 
klinis dan hasil radiologi yang tidak khas, sehingga seringkali diagnosis yang dilakukanpun tidak tepat”, ujar dr. Yohanes Arif Eko Nuryanto, Sp.BA, dokter Spesialis Bedah Anak OMNI Hospitals Alam Sutera 

Salah satu pasien yang terkena penyakit ini berhasil ditangani OMNI Hospitals Alam Sutera dengan bedah pengangkatan kista kepada pasien anak berusia 2 tahun dengan diagnosis kista pada mesenterium (organ yang menghubungkan usus dengan dinding perut bagian dalam) pada 1 November 2019.

Operasi ini sukses dilakukan tanpa reseksi usus (pemotongan usus) pada area kista. "Terkait kondisi pasien anak pasca operasi, kondisi anak sangat stabil dan sudah bisa pulang dalam beberapa hari setelah operasi. Kondisi anak terlihat sehat, nafsu makan meningkat dan berat badan juga telah naik” kata dr.Yohanes lagi.

Awalnya orang tua dari pasien mengira kalau anaknya cacingan karena perutnya yang membuncit disertai penurunan berat badan, lalu orangtua pun memberikan obat cacing, namun perut anaknya tidak ada perubahan.

Setelah beberapa lama, anaknya mengeluhkan sakit perut yang hebat disertai demam. Setelah diperiksa ke beberapa dokter dan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG & CT Abdomen, dokter tidak menemukan sesuatu yang aneh dan hanya diberikan obat. Karena tidak kunjung membaik dan mendapatkan saran dari teman maka akhirnya memutuskan untuk membawa anak saya berobat ke OMNI Hospitals Alam Sutera.

"Setelah bertemu dengan dr. Yohanes dan melakukan pemeriksaan barulah diketahui bahwa anak saya menderita kista mesenterium” papar ayah dari pasien.

Dalam kasus ini, sang anak tidak hanya menderita kista mesenterium, namun juga menderita usus buntu, sehingga sang anak mengalami nyeri perut hebat disertai demam.

“Pada awalnya kami sempat khawatir karena ini penyakit yang jarang sekali terjadi, namun setelah 3 hari melakukan operasi anak saya sudah pulih dan ceria kembali seperti sedia kala”, ujar ibu pasien. “

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kista
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top