Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Cara Mengatasi Perilaku Impulsif

Perilaku impulsif adalah kondisi saat seseorang mendapatkan dorongan untuk melakukan sebuah tindakan tanpa memikirkan konsekuensinya terlebih dahulu.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  10:19 WIB
Ilustrasi depresi - Antara
Ilustrasi depresi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Perilaku impulsif adalah kondisi saat seseorang mendapatkan dorongan untuk melakukan sebuah tindakan tanpa memikirkan konsekuensinya terlebih dahulu.

Seseorang yang memiliki sifat impulsif sering kali dianggap labil oleh orang-orang sekitarnya.

Impulsif itu sendiri memiliki arti bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati. Sehingga apabila perilaku seseorang yang tiba-tiba berubah, tiba-tiba di luar rencana, atau sebuah sikap yang tidak didukung alasan yang kuat. Dan pada umumnya sikapnya tergolong irrasional. Maka disimpulkan individu tersebut termasuk pribadi impulsif. Ciri pribadi impulsif adalah kalau bicara atau berbuat seringkali tidak disertai alasan-alasan atau penalaran-penalaran

Bagaimana cara mengatasi sikap impulsif? Tentu harus latihan self control, relaksasi progresif untuk mengatasi masalah emosinya yang berubah-ubah, dan Cognitive Behaviour Therapy (CBT) atau terapi kognitif dan perilaku. Berikut beberapa tips mengatasi sifat impulsif seperti dikutip dari psychologytoday.com :

1. Sadarilah bahwa impulsif Anda adalah masalahnya

Akuilah jika Anda memiliki sifat impulsif. Dengan pengakuan ini, akan lebih mudah bagi Anda untuk menyadari kesalahan dan memperbaikinya. Meskipun Anda mungkin memiliki hal-hal tertentu yang paling memicu impulsif Anda, pada umumnya, tipe perilaku ini menyebar ke area lain dalam hidup Anda.

2. Ambil langkah kecil untuk membangun kemauan Anda; berlatih menahan diri.

Berlatihlah menahan diri Anda dari dorongan ataupun ajakan tanpa memikirkan konsekuensinya ke depan.

Berpikir sebelum melakukan sesuatu. Ambil napas dalam-dalam, dan mengatakan tidak pada hal yang menurut Anda tidak sesuai dengan hati Anda.

3. Atasi masalah yang mendasarinya

Jika Anda sadar dan menyadari bahwa itu membuat hidup dan hubungan Anda lebih sulit daripada yang seharusnya, mungkin sudah saatnya untuk melihat dengan seksama dan mulai keluar dari diri Anda sendiri.

Dan jika Anda memang menderita ADHD yang tidak diobati, depresi, atau amarah, dapatkan bantuan dengan masalah itu — pengobatan, konseling, dll. Jika Anda berada dalam hubungan yang tidak seimbang, berusahalah mengubah pola-pola itu dan lakukan terapi

4. Cari dukungan

Menjadi kurang impulsif adalah tentang mengembalikan otak Anda, membuat perubahan perilaku, keterampilan belajar. Terus memarahi diri sendiri karena mengacau bukanlah jawabannya, juga tidak ada orang lain yang terus-menerus melihat ke belakang dan memperlakukan Anda seperti anak kecil. Alih-alih, dapatkan dukungan, dapatkan pelatihan, dan temukan seseorang yang dapat membantu Anda mengerem sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikologi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top