Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dilan Lebih Banyak Bercerita di Film Milea

Target kami tetap generasi milenial, dan generasi ini dikenal sebagai generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  17:10 WIB
Milea Suara dari Dilan
Milea Suara dari Dilan

Bisnis.com. JAKARTA - Kesuksesan dua dari trilogi kisah novel Dilan yang diangkat ke layar lebar, telah mendapat pengakuan dari industri perfilman nasional. Lebih dari 10 juta penonton bioskop Indonesia telah menonton kisah asmara Dilan dan Milea di film Dilan 1990 dan Dilan 1991.

Tidak perlu menunggu lama, para Dilanisme, demikian sebutan untuk para pencinta kisah Dilan, dapat kembali menikmati kisah Dilan di layar lebar melalui film Milea, Suara dari Dilan yang akan diputar di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia pada awal tahun 2020 bertepatan dengan momen Valentine.

Film drama romansa yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq dengan judul yang sama ini, kembali disutradarai oleh Fajar Bustomi. Pemain Milea Suara Dari Dilan juga masih sama, diperankan oleh Iqbal Ramadhan sebagai Dilan dan Vanesha Prescilla sebagai Milea.

Pada film Dilan 1991, kisah pertemanan dan jalinan asmara Dilan dan Milea yang dikisahkan dari sisi Milea ketika dewasa. Sementara itu untuk film Milea sendiri, banyak menceritakan hubungan pribadi antara Dilan dan Milea dari sisi sebaliknya. Kali ini sudut pandang film dari Dilan.

"Dilan yang lebih banyak bercerita di film Milea ini. Film ini akan menjawab beberapa adegan di Dilan 1991," ujar Fajar Bustomi.

Film bergenre romantis ini menyasar penonton usia remaja atau yang populer dengan istilah generasi milenial dan generasi Z. Meskipun bersetting era 90-an tapi kemasan film ini mampu meraih perhatian generasi milenial yang tidak mengalami langsung secara intens era tersebut.

Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group mengatakan seperti pada Dilan 1991, di film Milea ini, Wafer Tango kembali menjadi sponsor utama.

"Kami cukup puas dengan kolaborasi di Film Dilan 1991, sehingga wafer Tango melanjutkannya di sekuel terakhir, yaitu Film Milea," ujarnya.

Namun, pada kali ini pihaknya menyertakan program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia (TPGAI). Sebagian dari penjualan wafer Tango edisi Milea akan disalurkan melalui program tersebut.

"Target kami tetap generasi milenial, dan generasi ini dikenal sebagai generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial. Jadi kami berharap dengan melibatkan program TPGAI, kami dapat menggugah kepedulian dari Dilanisme generasi milenial," tuturnya.

TPGAI selama tujuh tahun telah membantu mengatasi permasalahan gizi anak Indonesia, khususnya di kepulauan Nias, Sumatera Utara. Ada ratusan anak dengan status gizi buruk dengan kondisi yang sangat memprihatinkan berhasil diselamatkan hingga menyandang status gizi baik.

Puluhan ribu anak usia sekolah juga telah dijangkau edukasi tentang gizi dan pola hidup sehat melalui program TPGAI. Program ini sangat positif namun butuh dukungan. Sehingga wafer Tango berharap Dilanisme generasi milenial dapat berpartisipasi mendukung program TPGAI membeli kemasan wafer Tango edisi Milea.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

film indonesia
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top