Galeri Nasional/galeri-nasional.or.id
Fashion

Wajah Baru Galeri Nasional

Yudi Supriyanto
Minggu, 15 Desember 2019 - 11:49
Bagikan
  • Perubahan bentuk menjadi badan layanan umum akan membuat masyarakat harus membayar saat masuk.
  • Besaran tarif yang akan dikenakan terhadap masyarakat tersebut disesuaikan dengan daya beli.
  • Pendanaan utama museum atau galeri tetap dari donatur.

Perhelatan seni rupa tak luput dari peran lembaga budaya atau museum di suatu negara. Galeri Nasional Indonesia yang mengemban misi besar dalam konteks kesenirupaan di Tanah Air tersebut pada sepanjang tahun lalu ternyata belum mencatatkan peningkatan jumlah kunjungan.

Sebagai perbandingan jumlah pengunjung ke Galeri Nasional Indonesia hingga 30 November 2019 tercatat sebanyak 201.587 orang dari total 20 pameran yang diadakan dengan menampilkan 2.171 karya dari 543 seniman, baik seniman dalam negeri maupun luar negeri.

Jumlah Pengunjung Naik

Wajah Baru Galeri Nasional

Dari 201.587 pengunjung tersebut, 53.229 orang atau sekitar 26,4% adalah pengunjung pameran tetap. Kemudian diikuti Festival Sketsa Indonesia, yakni 25.196 orang, dan Festival Seni Rupa Anak Indonesia dengan pengunjung 20.544 orang.

Sementara itu, pada tahun lalu, berdasarkan catatan Bisnis, jumlah pengunjung Galeri Nasional Indonesia mencapai 274.523 orang atau lebih besar 72.936 orang dibandingkan dengan pengunjung pada periode yang sama tahun ini.

Jumlah pengunjung Galeri Nasional Indonesia pada 2018 dan 2019 jika digabungkan masih lebih sedikit dibandingkan dengan pengunjung Singapore Art Museum (SAM) pada 2018. Dalam lamannya, jumlah pengunjung SAM mencapai 603.600 orang.

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab jumlah pengunjung Galeri Nasional Indonesia dan SAM berbeda jauh. Akan tetapi, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana melakukan perubahan pada Galeri Nasional Indonesia.

Berubah dari UPT Menjadi BLU

Wajah Baru Galeri Nasional

Saat ini, Galeri Nasional Indonesia merupakan badan yang berbentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan akan diubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menuturkan bahwa akan ada perubahan kelembagaan dan cara pengelolaan keuangan ketika Galeri Nasional Indonesia berubah dari UPT menjadi BLU.

Dengan berbentuk Badan Layanan Umum, Galeri Nasional Indonesia akan lebih leluasa dalam menentukan program dan sumber daya manusia yang diperlukan untuk membuat program-program yang baik.

“Dengan kata lain bisa lebih profesional dan tanggap terhadap permintaan ‘pasar’,” katanya.

Sulit dipungkiri program-program yang dimiliki Galeri Nasional Indonesia sebagai unit pelaksana teknis telah ditentukan dan dibatasi oleh sistem administrasi yang kaku. Kondisi ini membuatnya sulit berkembang.

Masuk Berbayar, Kecuali Pelajar

Wajah Baru Galeri Nasional

Sementara itu, Galeri Nasional Indonesia dengan bentuk badan layanan umum memungkinkan untuk mendapatkan investasi walau tidak berorientasi pada keuntungan.

Perubahan bentuk kelembagaan dan pegelolaan keuangan Galeri Nasional Indonesia menjadi badan layanan umum akan membuat masyarakat yang selama ini masuk secara gratis menjadi berbayar.

Hanya saja, Hilmar menuturkan besaran tarif yang akan dikenakan terhadap masyarakat tersebut disesuaikan dengan daya beli. “Tapi tidak semua bagian atau pameran itu berbayar. Pelajar yang pegang KIP bisa gratis,” katanya.

Menurutnya, kajian terkait perubahan ini telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan melibatkan ahli dan stakeholders di bidang museum dan galeri. Terkait dengan perubahan ini, pihaknya tengah menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto mengungkapkan, keberadaan sistem tiket untuk masuk ke dalam Galeri Nasional Indonesia jangan sampai membuat masyarakat yang datang berkurang mengingat galeri harus melakukan edukasi ke publik

Menurutnya, pengenaan tarif terhadap pengunjung yang datang ke museum atau galeri merupakan hal yang wajar di luar negeri. Akan tetapi, mereka tidak mengandalkan pendapatan dari tiket untuk mendanai museum atau galeri.

Kondisi tersebut dapat terlihat dari komposisinya, yakni sekitar 5%. Di luar negeri, lanjutnya pendanaan utama museum atau galeri adalah dari donatur. Salah satu contohnya adalah dana CSR yang dimiliki perusahaan.

“Salah satu alasan orang senang ke luar negeri ingin ke museum,” katanya.

Anggaran Masih Kurang

Wajah Baru Galeri Nasional

Presiden Soekarno didampingi Seniman Basoeki Abdullah - dok. Agus Dermawan T.

Dia menambahkan pihaknya memiliki mimpi untuk memiliki kewenangan mutlak dengan keleluasaan penggunaan anggaran.

Pada tahun anggaran 2020, Galeri Nasional Indonesia mendapatkan anggaran sekitar Rp19 miliar. Besaran anggaran ini dinilai kurang.

Dari total itu, Rp7 miliar di antaranya digunakan untuk operasional seperti gaji pegawai, perawatan gedung, dan sebagainya. Sementara sisanya untuk program-program yang diadakan oleh Galeri Nasional Indonesia, baik itu pameran, akuisisi karya, dan sebagainya.

Dia mencontohkan pameran Manifesto yang akan diadakan pada tahun depan memakan biaya hingga Rp2 miliar. Kemudian biaya untuk mengadakan pameran keliling rata-rata berada pada kisaran Rp500 juta – Rp600 juta.

Kepala Seksi Pengumpulan dan Perawatan Galeri Nasional Indonesia, Sumarmin mengungkapkan pihaknya menargetkan dapat menambah 10 karya sepanjang 2020. Adapun, total biaya yang dianggarkan untuk penambahan sekitar 10 karya tersebut senilai Rp2 miliar.

Dalam mengakuisisi karya, dia mengaku tidak bisa menyebutkan karya yang akan diakusisi oleh Galeri Nasional Indonesia sepanjang 2020 karena terkadang ada karya yang ditargetkan, tetapi memiliki harga yang cukup mahal. Adapun, target restorasi karya pada tahun depan juga berada pada kisaran 10—11 karya maestro.

Penulis : Yudi Supriyanto
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro