Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan Film dari Platform OTT Terus Meningkat

Dalam dua tahun terakhir, perkembangan industry perfilman di platform digital video on demand cukup pesat. Bahkan pada 2019 ini, posisi pengembalian modal dari OTT berada di posisi kedua setelah bioskop, menggantikan posisi televisi free to air.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  17:31 WIB
Ilustrasi Netflix - Yahoo
Ilustrasi Netflix - Yahoo

Bisnis.com, JAKARTA – Hadirnya platform streaming Over the Top (OTT) telah menjadi angin segar bagi insan perfilman Tanah Air karena dapat meningkatkan sumber pendapatan dan pengembalian modal.

Sheila Timothy, perwakilan dari Asosiasi Produser Film Indonesia mengakui dalam dua tahun terakhir, perkembangan industry perfilman di platform digital video on demand cukup pesat. Bahkan pada 2019 ini, posisi pengembalian modal dari OTT berada di posisi kedua setelah bioskop, menggantikan posisi televisi free to air.

“Memang saat ini pendapatan dari Bioskop masih yang terbesar sekitar 60 hingga 70 persen. Namun, pendapatan dari OTT ini terus berkembang, jumlah pembayaran atau lisensi film meningkat, ini yang memperbesar porsi,” ujarnya, Kamis (9/1/2020).

Menurutnya, hal ini juga tidak lepas dari tren masyarakat yang semakin senang menonton melalui layanan VoD karena sifatnya yang interaktif dan memfasilitasi penonton untuk memilih sendiri program video yang mereka inginkan.

Hal ini didukung oleh broadband yang semakin kuat. Apalagi layanan streaming yang masuk ke Indonesia saat ini semakin banyak sebut saja HOOQ, Netflix, Iflix, dan Goplay.

“Sebagai filmmaker, kehadiran OTT ini akan lebih menguntungkan untuk kita. Penghasilan akan semakin bertambah, balik modal tinggi, sehingga bisa membuat film dengan dana yang besar dan teknik yang tinggi,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top