Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Virus Corona Bikin Stok Masker Habis, melainkan 'Virus' Ini

Wiendra mengatakan bahwa saat ini situasi di Indonesia belum terjangkit virus corona, sehingga imbauan penggunaan masker berlaku bagi kalau seseorang batik karena sakit dan tentunya tidak berada dekat dengan orang yang sakit.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  13:32 WIB
Pramugari maskapai Wings Air menggunakan masker saat melayani penerbangan menuju Ranai, Natuna di Bandara Hang Nadim, Batam, Selasa (4/2/2020). -  ANTARA / M Risyal Hidayat
Pramugari maskapai Wings Air menggunakan masker saat melayani penerbangan menuju Ranai, Natuna di Bandara Hang Nadim, Batam, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA  - Kementerian Kesehatan menilai stok masker yang habis bukan karena wabah virus corona, namun akibat kabar palsu atau hoaks yang membuat masyarakat cemas.

"Itu (habis) karena virus hoaks-nya lebih banyak," ujar Direktur P2PML Kemenkes dr. Wiendra Waworuntu di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Wiendra mengatakan bahwa saat ini situasi di Indonesia belum terjangkit virus corona, sehingga imbauan penggunaan masker berlaku bagi kalau seseorang batik karena sakit dan tentunya tidak berada dekat dengan orang yang sakit.

"Kita saat ini merasa bahwa memakai masker itu dianggap sebagai kebutuhan dasar, padahal kebutuhan dasar itu adalah mengonsumsi makanan bergizi yang seimbang, istirahat yang cukup, dan kalau sakit berobat ke fasilitas kesehatan," katanya.

Menurut dia, sebenarnya yang perlu diantisipasi adalah penyakit-penyakit yang ada di Indonesia sekarang seperti TB, HIV dan berbagai penyakit lainnya yang perlu ditangani.

Wiendra mengimbau bahwa masker bisa digunakan bagi mereka yang ingin menghindari cuaca yang tercemar polusi atau kondisi lingkungan udara yang tidak kondusif. Namun, jika dalam kondisi sembuh atau sehat tidak perlu menggunakan masker.

Terjadinya wabah novel corona virus atau virus corona di China yang kemudian menyebar ke 27 negara di dunia, telah menjadi perhatian WHO dan Kementerian Kesehatan seluruh negara.

Saat ini, ada 20.626 orang yang positif terinfeksi novel coronavirus dan korban tewas akibat terinfeksi virus corona telah mencapai 462 jiwa.

Ketakutan mengenai virus ini juga diperparah dengan adanya berita hoaks mengenai penyebaran virus ini. Penjualan masker meningkat pesat akibat merebaknya wabah virus corona dan penularannya yang dapat melalui antar-manusia.

Menurut pedagang di Pasar Pramuka, Jakarta, penjualan masker mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa setelah wabah virus corona, sementara untuk masker jenis N95 telah langka di pasaran.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri masker wajah virus corona

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top